Indonesia, Surga Bagi Tanah Pertanian

Pangannews.id

Sabtu, 14 November 2020 17:25 WIB

news
Foto : Arsal Salama | Mahasiswa Paskasarjana Agribisnis Unhas 

Oleh: Arsal Salama | Mahasiswa Paskasarjana Agribisnis Unhas

PanganNews.id Indonesia adalah negara agraris yang subur dan  sangat layak untuk bercocok tanam, kekayaan alam yang berlimpah, ungkapan kata yang sering disematkan pada Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada daerah tropis, dimana memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat. tidak berlebihan jika orang bilang tanah kita adalah tanah surga. Indonesia sangat beruntung memiliki dua musim, sehingga potensi sektor pertanian yaitu bercocok tanam sangat tinggi. Namun terkadang kita terlena dengan kesejukan alam, terbuai dengan keadaan. Tuhan sudah mempercayakan Kesuburan tanah ini kepada indonesia, untuk dimanfaatkan dan diolah bagi kelangsungan hidup kita. Kesuburan Tanah ini merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa.

Di tengah ujian yang tengah melanda hampir seluruh kawasan Dunia dengan adanya Covid-19, semua aspek kehidupan mengalami goncangan. Salah satu yang menjadi focus perhatian pada kasus ini yaitu perekonomian dunia yang hampir jatuh pada jurang resesi. Indonesia sebagai salah satu negara yang terdampak wabah covid juga mengalami gejolak dihampir semua aspek kehidupan termasuk pada aspek perekonomian. Beberapa sektor utama yang menjadi penggerak perekonomian di Indonesia mengalami kelesuhan seperti sector pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi serta perdagangan dan reparasi. Tapi tidak untuk sektor Pertanian, Sektor pertanian menjadi oase di tengah padang pasir, sektor pertanian menjadi penyelamat dan suplemen untuk sektor-sektor lainnya.

Capain dan trend positif pada sector pertanian dapat dilihat pada komoditas unggul produksi padi MT-I dan MT-11 2020 dengan luas tanam 10,78 Ha dengan menghasilkan 55,16 juta ton GKG.Dengan demikian bahwa berdasarkan data dari KSA BPS 15/10/2020 prediksi stok akhir Desember 2020 sebanyak 6-7 juta ton dengan stok awal januari 2020 sebanyak 5,90 juta ton, produksi beras 2020, 31,63 juta ton dan konsumsi sebanyak 30,08 juta ton. Berdasarkan data ini dapat dikatakan kebutuhan konsumsi akan pangan beras bisa terpenuhi hingga akhir tahun 2020.

Selain itu, pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha  trend positif diperoleh pada sector pertanian dengan persentase pertumbuhan sebesar 2,15% sangat bertolak belakang dengan sector-sektor lainnya dengan  pencapaian trend negatif. Pertumbuhan ini diakibatkan oleh panen raya kedua tanaman padi dengan jumlah produksi yang melimpah, peningkatan permintaan tanaman hotrikutara berupa buah dan sayuran. dan permintaan tanaman perkebunan tumbuh akan luar negeri berupa komoditas kakao, karet, cengkeh dan Tembakau. 
Kabar baik juga diperoleh dari Nilai Ekspor Pertanian dan Nilai Tukar Petani, tercatat pada periode September 2020, nilai ekspor pertanian meningkat 20,84 persen terhadap Agustus 2020 dan meningkat 16,225 terhadap September 2019 begitupun degan Nilai Tukar Petani  periode Januari-September mengalami peningkatan pada NTUP dan NTP nasional. Pada Septemeber 2020 NTUP sebesar 101,74 atau naik 0,90% dibanding bulan Agustus 2020 begitupun dengan NTP sebesar 101,66 atau naik 0,99% dibanding Agustus 2020.
 
Dengan seluruh pencapaian positif pada sector pertanian tentunya tidak lepas dari kebiijakan-kebijakan stretegis yang dikeluarkan Kementerian Pertanian beserta jajarannya,diantara program yang menjadi wasilah tercapainya keberhasilan ini yaitu, Peningkatan Kapasitas Produksi, Diversifikasi Pangan Lokal, Pengadaan Cadangan dan Sistem Logistik, Pengembangan Pertanian Modern serta Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).
Di masa pandemic ini, Pertanian sebagai leading sector tentunya memberi angin segar bagi permasalahan ekonomi makro. Dengan Meningkatnya produktivitas pada sector pertanian maka akan dibutuhkan tambahanSDM dalam pengelolaannya sehingga dapat mereduksi angka pengangguran.

Berdasarkan Trend Positif di atas bukan hal yang mustahil tujuan umum yang ingin kita capai dari memajukan pertanian, mengusahakan agar pertanian lebih produktif, produksi dan efisiensi produksi bisa naik dan semua itu berdampak  pada tingkat penghidupan dan kesejahteraan petani yang akan ikut meningkat. Melalui  kebijakan yang diimplementasikan melalui program-program dari Kementerian pertanian Indonesia.



Dilihat sebanyak 398 kali

Kolom Komentar

You must login to comment...