Kepala BPPSDMP: Program YESS Solusi Regenerasi Petani

Pangannews.id

Selasa, 24 November 2020 09:52 WIB

news
Foto : egiatan Sinergi Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) dengan Pemerintah Daerah di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi.

PanganNews.id Ciawi - Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Tak hanya menyediakan kebutuhan pangan semata, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu  menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 44.3 % penduduk Indonesia.

Kepala  Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi pada kegiatan Sinergi Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) dengan Pemerintah Daerah di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi (23/11/20) memaparkan kondisi sumberdaya manusia (SDM) pertanian Indonesia. 

”Saat ini jumlah petani di Indonesia hingga saat ini sekitar 33,4 juta orang dan 25,4 juta di antaranya adalah laki-laki serta 8 juta perempuan. Menurutnya dari 33 juta lebih petani tersebut, sekitar 3 persen saja yang lulusan perguruan tinggi. Ia pun mengaku kondisi ini sangat sulit untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian menyediakan pangan bagi masyarakat, menyejahterakan petani dan menggenjot pasar ekspor apabila petani masih didominasi lulusan sekolah dasar. Sebagian besar petani masuk dalam kategori usia sudah tua dan lebih dari 70 persen hanya lulusan tingkat sekolah dasar. Jumlah petani usia milenial kurang dari 30 persen”, papar Prof.Dedi.

Tantangan terbesar saat ini adalah mengajak pemuda untuk terjun ke dunia pertanian yang tidak mudah. Pasalnya pertanian belum menjanjikan kesejahteraan bagi generasi muda sehingga untuk mendapatkan petani milienial yang kompeten dan berdaya saing sangat sulit.

Kondisi  inilah yang mendasari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan regenerasi pertanian melalui program  YESS. “Pertanian sangat terbuka untuk semua usia. Semakin muda semakin kuat, semakin enerjik, semakin kritis, makin apik kerjanya. Pertanian dengan semangat baru harus diluncurkan. Seperti membangun prilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian. Bicara regenerasi petani program YESS lah solusinya, bicara pertanian generasi mudalah jawabannya” tambah Prof Dedi.

Program YESS dilaksanakan di empat propinsi pada 15 kabupaten yaitu Propinsi Kalimantan Selatan (Kab Banjar, Kab Tanah Laut dan Kab Tanah Bumbu); Propinsi Sulawesi Selatan (Kab Bantaeng, Kab. Bone, Kab Bulukumba dan Kab Maros); Propinsi Jawa Barat (Kab Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Tasikmalaya dan Kab Subang); dan Propinsi Jawa Timur (Kab Malang, Kab. Malang, Kab Tulungagung dan Kab Pacitan) dengan target 320.000 generasi muda di perdesaan. 

Untuk mencapai target tersebut tentu Kementan selaku pemerintah pusat tidak dapat bergerak sendiri. Diperlukan dukungan dan Kerjasama dari pemerintah daerah. 

Seperti yang ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa pemerintah desa memiliki peranan penting dalam pembangunan pertanian. Bahkan Syahrul menyebutkan peran aktif pemerintah daerah sangat  penting dalam menggerakan roda pembangunan pertanian.

“Pemerintah daerah yang memiliki lahan pertanian, memiliki sumberdaya manusia potensial dari daerahnya dan paling mengerti potensi pertanian dari daerahnya. Sebaik apapun program pemerintah pusat tidak akan ada apa-apanya bila tidak didukung oleh pemerintah daerah baik dari tingkat provinsi hingga tingkat desa” papar Mentan Syahrul. 

Mentan Syahrul mengharapkan pemerintah desa dapat berperan aktif dalam menggerakan roda pembangunan pertanian. Apalagi pertanian menyangkut hajat hidup masyarakat. “Kegiatan pertanian dalam menyediakan pangan untuk 267 juta rakyat Indonesia tidak pernah boleh berhenti maupun tertunda, terutama di masa pandemi seperti sekarang,” tambahnya. 

Komiten dan dukungan dari pemerintah daerah pun dinyatakan langsung oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Maros,Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Malang, Kabupaten Subang, Kabupaten Tasikmalaya yang hadir langsung pada kegiatan Sinergi Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) dengan Pemerintah Daerah ini. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian selaku Direktur program YESS Idha Widi Arsanti mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah pada program regenerasi petani ini. “Saya yakin program yang memfokuskan pada lahirnya generasi milenial baik petani maupun wirausaha pertanian yang maju dan modern ini akan berhasil dengan adanya dukungan pemerintah daerah. Sinergitas yang baik ini akan membuahkan hasil manis yakni sumberdaya manusia pertanian yang akan meneruskan pembangunan pertanian Indonesia”, tegas Santi optimis.


Kolom Komentar

You must login to comment...