Kementan Ajak Mahasiswa dari 3 Universitas Menjadi Entrepreneur Bidang Pertanian

Pangannews.id

Selasa, 14 September 2021 12:34 WIB

news
Foto: Diskusi Panel Vol 2 oleh 3 BEM FP dari 3 Universitas

PanganNews.id. Jakarta- Pangan merupakan hak asasi dan kebutuhan utama bagi semua penduduk Indonesia, oleh karenanya negara harus menyediakan pangan bagi 267juta penduduk. Salah satu tantangan utama dalam penyediaan pangan adalah sumberdaya manusia, utamanya regenarasi petani. Berdasarkan data Survey Antar Sensus BPS 2018 disebutkan bahwa jumlah petani dengan usia >45 tahun mencapai 60,6%.

Dalam menghadapi tantangan tersebut tersebut Kementerian Pertanian era Syahrul Yasin Limpo terus mengembangkan dan menumbuhkan petani usia muda atau petani milenial.

“ada banyak program yang telah dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian saat ini, diantaranya penguatan Pendidikan vokasi, pelatihan wirausaha muda pertanian, program Yess, Kostratani, dan pembentukan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Ini semua dilakukan agar SDM pertanian memiliki kompetensi yang kuat dan mampu berdaya saing,” Jelas Wahyudi, sub koordinator analisis data biro perencanaan, setjen Kementan saat menjadi pembicara utama pada Diskusi Panel Vol. 2 bertajuk "Menuju hari Tani, apa kabar petani kita?." Yang diselenggarakan oleh BEM KP UNS, BEM KP UNSRI, BEM KP UNRAM secara daring pada Sabtu 11 September 2021

Pentingnya regenerasi petani ini juga disampaikan oleh Samanhudi, Dekan Fakultas Pertanian UNS. Ia menyampaikan peran generasi muda, utamanya pada mahasiswa pertanian sangat dibutuhkan untuk peningkatan pembangunan pertanian.

“kalian mahasiswa harus lebih terjun ke petani, suarakan nasib petani, bantu petani dan advokasi mereka. Selama ini mahasiswa selalu heboh dan demo dengan UKT saja, tapi substansi keresahan petani belum disentuh,” ujar Samanhudi

Apa yang dikatakan Dekan FP UNS tersebut cukup beralasan mengingat dari hasil polling yang dilakukan sebelum panel diskusi berlangsung, sebagian besar mahasiswa jarang yang aktif dalam demo yang menyuarakan petani. Oleh karenanya, pendampingan kepada petani harus terus dilakukan oleh para mahasiswa, utamanya BEM Fakultas Pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Nazri Al Ayyubi, Mahasiswa Universitas Mataram yang hadir dalam diskusi panel mengungkapkan bahwa peran mahasiswa perlu ditingkatkan, di satu sisi, peran pemerintah dalam melindungi petani harus dikuatkan.

"Para petani memang sangat membutuhkan back up dari pemerintah, agar dapat membangun pertanian yang lebih maju." Jelas Nazri

Sementara itu, Achmad Muslim, Dekan FP UNSRI yang menjadi salah satu pembicara juga mengungkapkan pentingnya sector pertanian dalam menggerakkan ekonomi nasional. Terbukti, selama pandemi ini, sector pertanian mampu menjadi triger bagi peningkatan pendapatan Product Domestik Bruto (PDB).

"Sektor pertanian merupakan sektor yang bisa membangkitkan perekonomian Indonesia saat ini. Generasi muda diharapkan dapat mendongkrak pertanian yaitu dengan kerja keras dan kreatif". tambah Muslim.

Diskusi Panel yang menghadirkan pembicara dari akademisi dan birokrasi seperti Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, dan Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut di akhiri dengan penandatanganan MoU antara BEM FP UNS, BEM FP UNSRI, BEM FP UNRAM dengan citramediatama.com dan pangannews.id sebagai media partner dalam menyuarakan opini dan pendampingan petani.

“dengan adanya MoU ini, saya sangat berharap mahasiswa dari 3 universitas ini dapat membangun narasi kebangsaan, mendampingi dan advokasi petani, serta menjadi petani-petani milenial andalan dalam menggerakkan pembangunan pertanian kedepan, karena kalian sebenarnya matanya petani, telinganya petani, dan pikirannya petani. Tak hanya itu, kami juga mendorong agar kalian bisa berwirausaha, bermitra dengan petani untuk menjadi entrepreneur yang sukse,” pungkas wahyudi


Kolom Komentar

You must login to comment...