Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Selatan Jalin Kerjasama dengan Unsri Pelaksanaan SID Optimasi Lahan (Oplah) Rawa 2024

Pangannews.id

Selasa, 30 Januari 2024 16:35 WIB

news
Dinas Pertanian Prov. Sumsel menjalin kerjasama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk pelaksanaan Survei Investigasi Desain (SID) Optimasi Lahan (Oplah) Rawa Tahun 2024. (Pemprov Sumsel)

PanganNews.id Jakarta, - Dinas Pertanian Prov. Sumsel menjalin kerjasama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk pelaksanaan Survei Investigasi Desain (SID) Optimasi Lahan (Oplah) Rawa Tahun 2024.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian TPH Sumsel Dr Ir H R Bambang Pramono, MSi dengan Wakil Rektor I Unsri Prof Ir Zainuddin Nawawi, PhD IPU bertempat di Auditorium Graha Bina Praja Kantor Gubernur Sumsel, Selasa, 30 Januari 2024, disaksikan oleh Penjabat Gubernur Sumsel Dr Drs H A Fathoni, M.Si diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (SETDA) Prov. Sumsel Drs H Edward Candra, M.H. 

Sebelum penandatangan kerjasama, dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian TPH Sumsel Bambang Pramono mengemukakan, selain 5 Program Prioritas yang sudah dicanangkan Pemprov Sumsel, pihaknya juga melakukan program prioritas kementerian pertanian yang ada di Sumsel yaitu kegiatan upaya khusus (Upsus) Oplah Rawa di Indonesia di 11 Provinsi, salah satunya di Sumatera Selatan,” ujar Bambang.

Kegiatan di Semester I mulai Januari sampai Juni 2024, besaran anggaran yang dialokasikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Upsus Oplah Rawa seluas 400 ribu hektar. Untuk Sumsel luasannya 98.400 hektar (24,60%), ada di 5 kabupaten, nah kegiatan ini diawali dengan pembuatan SID tadi,” jelas Bambang.

Dikatakan, 400 ribu hektar ini batas waktunya Juni 2024. Pada Semester II, Kementan akan mengalokasikan kembali Upsus Opla Rawa ini seluas 600 ribu hektar.

“Artinya kita hanya batas waktu 98.400 hektar ini didesain maksimal di bulan April harus sudah selesai, makanya kita mendahului tiga provinsi antara lain Kalteng dan Kalsel,” kata Bambang.

Diungkapkan pula, tahun 2021 lalu, Dinas Pertanian TPH Sumsel juga telah berkerjasama dengan Unsri dalam hal SID Oplah Rawa ini seluas 49.9000 hektar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas TPH Sumsel Bambang mengungkapkan, program unggulan tahun 2024 yakni pembuatan SID Opla Rawa seluas 98.400 hektar yang ada di 5 kabupaten. Terluas ada di Kabupaten OKI seluas 65.000 hektar, Banyuasin 22.000 Ha, OKU Timur seluas 5.000 Ha, Ogan Ilir seluas 4.000 Ha dan Muara Enim seluas 2.400 Ha. Alokasi anggaran DIPA Kementan nilainya Rp 557.720.440.000. 

Sebelumnya, Bambang Pramono mengungkapkan kenapa pihaknya melakukan kerjasama dengan Unsri, yang bentuknya berupa pembuatan survei investigasi desain optimasi lahan. Artinya bisa dilaksanakan konstruksinya, perbaikan tanggulnya, perbaikan salurnya, pengadaan pompanya, setelah diadakan survei investigasi dan desain yang produknya nanti adalah gambar, teknis, dan rencana anggaran biaya.

“Kenapa kita memilih Unsri , jadi kita memang pekerjaan ini kan cukup besar, dan memang diperlukan tenaga-tenaga teknis yang terampil, baik dari fakultas teknik dan fakultas pertanian, di mana dua fakultas itu bergabung,” katanya.

Lebih lanjut dia menerangkan, ketahui bahwa di tahun 2023 telah mengalami Elnino yang cukup signifikan walaupun tidak dikatakan parah, karena insya Allah di tahun 2023 walaupun Elnino Pemprov Sumsel produksi padinya meningkat di bandingkan tahun 2022, ini ramalan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Produksi kita insya Allah melebih di tahun 2022, tapi kita tidak boleh lengah, karena di tahun 2024 berdasarkan ramalan BMKG itu di bulan April Mei 2024 itu sudah mulai Elnino lagi. Tentu saja inilah yang tadi disampaikan bahwa 5 program prioritas Penjabat Gubernur Sumsel. Salah satunya adalah penanggulangan kebakaran hutan dan dampak perubahan iklim banjir, perlu kita membutuhkan sumur, dan sebagainya," bebernya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sumsel melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra SETDA Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H dalam sambutannya mengatakan. 

“Kalau kita berbicara mengenai alih fungsi lahan, ini merupakan tantangan dalam sektor pertanian di mana terjadi perubahan fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian. Dimana-mana kita isu yang saat ini berkembang adalah alih fungsi lahan dan ini terus terjadi di seluruh kabupaten/kota tidak hanya di provinsi kita sebetulnya, tapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kemudian, dari sektor lingkungan hidup juga ini salah satu persoalan juga mengenai alih fungsi lahan, namun demikian seluas 3,36 juta hektar lahan sawah di Sumsel ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian. Dan hari ini tadi telah ditandatangani untuk Memorandum of Understanding (MoU) untuk SID tadi seluas 98400 hektar ada di 5 kabupaten.

Adapun 5 kabupaten tersebut yakni Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, dan Muara Enim, sesungguhnya potensi ini ada di kabupaten lainnya. Tentu akan mungkin keterbatasan anggaran juga sehingga ini ada prioritasnya, dan mungkin nanti akan bisa dilanjutkan untuk pada program berikutnya di kabupaten lain atau pada semester berikutnya.

“Melalui penandatanganan MoU ini diharapkan pengembangan infrastruktur lahan rawa di Sumsel dapat di susun secara lebih efektif dan lebih efisien. Selain itu juga dukungan berupa mekanisasi pertanian, penyediaan sarana produksi, introduksi teknologi adaktif, serta peningkatan kemampuan petani dan kelembagaan petani melalui pembinaan yang intensif,” ungkapnya.(*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...