Harga Beras di Pasar Cibinong Kian Mahal, Pedagang : Dampak Banjir di Demak dan Pemilu

Jurnalis Pangannews

Selasa, 13 Pebruari 2024 10:00 WIB

news
Harga beras di Pasar Cibinong alami kenaikan. (Metropolitan.id)

PanganNews.id, Bogor - Sejak dua bulan di awal tahun 2024 terjadi kenaikan yang sangat signifikan pada harga beras di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Para penjual menduga kenaikan ini menjadi salah satu dampak yang dihasilkan dari bencana alam banjir bandang yang terjadi di Demak, Jawa Tengah.

Salah satu penjual beras, Agus (55) sering menerima keluhan dari para pembeli yang mempertanyakan penyebab dari lonjakan harga jual tersebut.

Ia mengatakan bahwa beberapa kenaikan yang sangat terasa oleh para penjual dan pembeli di Pasar Cibinong.

“(Beras) medium Rp15 ribu per kilogram, ada juga yang Rp16.000, sampai paling tinggi Pandan wangi hampir Rp 17.000.Tadinya Rp 14.500. Medium-medium sekarang udah harga premium,” kata Agus, Selasa, 13 Februari 2024.

“Kalau pembelinya mah sama aja cuma memang dikurangi jumlah pembeliannya. Yang beli juga pada ngeluh kenapa naik katanya lah kita sebagai penjual juga bingung karena emang ga tau,” tambah dia.

Agus menduga faktor kenaikan beras diduga lantaran peralihan musim dan bencana alam yang kerap terjadi di beberapa wilayah.

“Sepertinya karena banyak bencana gitu salah satunya itu yang terjadi di Demak, jadi mungkin ngaruh seharusnya bisa datang yang dari Demak itu tapikan sekarang ngga ada,” jelasnya.

Sementara itu Dilah (28) pedagang beras lainnya menyebutkan bahwa faktor kenaikan harga beras juga terdampak dari masa kampanye yang saat ini tengah dialami Indonesia.

“Mungkin faktornya karena pemilu juga kota sebagai penjual eceran juga ngga ngerti entah karena ada yang menimbun (beras) atau seperti apa,” ucap Dilah.

Dilah mengaku pendapatannya sangat menurun karena kenaikan harga berat yang sudah terjadi sejak bulan Januari 2024 lalu.

“Berkurang banget biasanya mah kalau lagi rame bisa dapet Rp 15 juta per hari ini mah paling gede mungkin Rp 10 jutaan,” ucap dia.

Dilah berharap kondisi seperti ini tidak terjadi lama, lantaran dirinya dan para pedagang lainnya serta para pembeli merasa sangat kesulitan.

Editor : R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...