Toko Podjok, Kisah Legendaris Kopi Angkring dari Gerobak Keliling ke Ikon Pasar Gede Solo

Jurnalis Pangannews

Minggu, 02 Juni 2024 13:05 WIB

news
Toko Podjok terus menjadi destinasi favorit pecinta kopi di Solo, menghadirkan citarasa kopi yang autentik dan kaya sejarah.

PanganNews.id, Solo- Di sudut Pasar Gede Kota Solo, terdapat sebuah toko kopi yang telah menjadi legendaris, Toko Podjok. Toko ini terkenal karena memproduksi serbuk kopi siap seduh bermerek Angkring dan memiliki sejarah yang panjang sejak didirikan pada tahun 1945 lalu.

"Toko Podjok ini dimulai dari engkong saya, Liem A Mee. Tahun 1945, engkong udah jualan, tapi lokasinya nggak di sini. Dulu pakai gerobak, dorong muter sekitar Solo," kata Wendy Mintarja, pengelola Toko Podjok, Minggu 2 Juni 2024.

Seperti namanya, Toko Podjok berlokasi di sudut Pasar Gede sisi barat. Toko ini buka setiap Senin-Sabtu dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

"Di sini (buka toko di Pasar Gede) tahun 1964. Terus kena banjir. Setelah banjir kita kembalikan di sini di tempat yang sama," sambung Wendy.

Dari gerobak dorong, kopi jualan Liem A Mee kemudian dikenal dengan sebutan Kopi Angkring, yang hingga kini menjadi merek produk mereka. Wendy menjelaskan bahwa Kopi Angkring diolah menggunakan racikan khas kakeknya yang terjaga sejak dulu hingga kini.

"Nggak berubah sampai saya generasi ketiga," ucapnya.

Menurut Wendy, Kopi Angkring diolah dari biji kopi robusta pilihan yang digiling tanpa campuran apa pun. Salah satu alat penggiling yang digunakan masih tradisional dan usianya diperkirakan sudah mencapai 45 tahun.

Ada dua kemasan Kopi Angkring yang ditawarkan. Pertama, kemasan ukuran 250 gram dari kertas yang dilapisi plastik dengan harga Rp 40.000. Kedua, kemasan sachet rentengan dengan harga Rp 13.000 per renteng yang terdiri dari 10 sachet.

"Kalau ini (kemasan kertas) yang full robusta, (resep) tinggalan dari almarhum (Liem A Mee). Dari awal kemasannya gini (pakai kertas). Terus saya tambahin plastik, karena kan (rawan) sobek ya," ujar Wendy.

Selain menjual Kopi Angkring kemasan, Toko Podjok juga menyediakan tempat bagi pembeli yang ingin langsung menyeruput kopi seduh dengan harga Rp 6.000 per cangkir.

Toko Kopi Podjok tidak hanya menjual produk Kopi Angkring, tetapi juga menyediakan berbagai varian kopi lainnya seperti robusta, arabica, excelsa, hingga liberica. Varian kopi tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Sidikalang, Mandailing, Kerinci, Flores, hingga Papua, dan dijual dalam kemasan standing pouch.

"Ada yang dari Aceh, ada yang Sidikalang, Mandailing, Kerinci, Flores, Papua, kan banyak daerahnya, jadi bisa pilih daerahnya terus digiling," kata Wendy.

Toko Kopi Podjok juga menjual berbagai peralatan penyeduh kopi. "Alat ada juga di sini. Ada dripper, filter paper, gilingan," tambah Wendy.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...