Keripik Sultan Jadi Primadona Baru dari UMKM di Bogor

Jurnalis Pangannews

Senin, 10 Juni 2024 12:39 WIB

news
Membangun bisnis keripik di Bogor  menunjukkan potensi ekonomi yang kuat.

PanganNews.id, Bogor - Bisnis keripik telah menjadi magnet bagi pelaku UMKM di Indonesia, terutama di Bogor.

Salah satu contohnya adalah usaha keripik yang digeluti oleh Pak Hadi, atau yang lebih akrab disapa Papabeb, yang telah berhasil membawa produk lokal ini ke tingkat yang lebih tinggi.

Berlokasi di Perumahan Kansas Madani Blok B No. 10-11 Barengkok Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Papabeb memulai usahanya dengan penuh perjuangan.

"Dulu kami hanya memproduksi sekitar 1 kg keripik per hari dengan peralatan sederhana. Sekarang, produksi mencapai 100 kg dengan 7 jenis keripik," ungkap Papabeb yang telah berkecimpung dalam industri ini selama 3 tahun.

Brand miliknya, Keripik Sultan, telah menembus pasar lokal dengan omzet harian mencapai Rp800.000 hingga Rp1.500.000. Di balik kesuksesannya, Papabeb berbagi kisah perjalanan yang inspiratif. 

"Kami mulai mengolah keripik sejak malam hari dan menggorengnya di pagi hari setelah ibadah subuh," tambahnya.

Keripik Sultan tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga manfaat sosial. 

"Alhamdulillah, keuntungan dari usaha keripik ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan membantu kaum dhuafa," tutur Papabeb dengan rasa syukur.

Kesuksesan Keripik Sultan tidak lepas dari peran para reseller, terutama ibu-ibu dan wanita muda di sekitar Bogor, yang turut memberikan kontribusi besar. Kini, dengan meningkatnya permintaan pelanggan, Papabeb berencana untuk membuka toko oleh-oleh khas Bogor.

"Harapannya, usaha keripik ini dapat berkembang lebih pesat dan memberi kesempatan kepada para ibu-ibu untuk memiliki penghasilan tambahan, serta para reseller agar usaha ini dapat terus maju dan berkembang bersama," ujar Papabeb.

Reporter: Ajat Nicko 
Editor: R Muttaqien 


Kolom Komentar

You must login to comment...