Kementan Tingkatkan Ketahanan Pangan melalui Budidaya Padi Organik

Pangannews.id

Selasa, 18 Maret 2025 16:20 WIB

news
Ngobrol Asyik Bersama Petani (Ngobras) Volume 10 yang digelar pada Selasa (18/03/2025) dengan tema “Padi Organik, Solusi Pertanian Ramah Lingkungan”. (Foto: Dok. Kementan)

PanganNews.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa padi organik menjadi salah satu alternatif strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global. 

Mentan Amran menyebut bahwa perubahan iklim telah berdampak besar pada krisis pangan dunia, sehingga diperlukan langkah-langkah inovatif untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.

"Dengan budidaya organik, produksi padi dapat meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Selain itu, metode ini juga menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi masyarakat," ujar Mentan Amran.

Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pertanian organik merupakan solusi pertanian ramah lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Menurutnya, praktik ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi petani, tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas karena permintaan pasar internasional terhadap beras organik terus meningkat.

Dalam acara Ngobrol Asyik Bersama Petani (Ngobras) Volume 10 yang digelar pada Selasa (18/03/2025) dengan tema “Padi Organik, Solusi Pertanian Ramah Lingkungan”, hadir sebagai narasumber Erik Mulyana, penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Minta, petani dari Kecamatan Cikembar.

Erik mengungkapkan bahwa Kecamatan Cikembar telah mengembangkan pertanian organik sejak 2018. Para penyuluh dan petani di wilayah tersebut berupaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan subsidi pemerintah dengan menerapkan teknik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

"Awalnya, kami memulai dengan 15 hektar lahan pertanian organik, dan saat ini luasannya telah berkembang menjadi 30 hektar yang sudah tersertifikasi," ujar Erik.

Selain itu, di Desa Cikembar sendiri telah terbentuk 15 kelompok tani yang tersebar di 10 desa dengan pola tanam Intensifikasi Padi 300 (IP 300). Keberhasilan ini mendorong Dinas Pertanian untuk meluncurkan program PEDO PISAN (Peningkatan Ekonomi Padi Organik Harapan Petani Masa Depan) guna meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas lahan pertanian organik.

Narasumber selanjutnya, Minta petani dari Desa Sukamulya dan Desa Cikembar, mengungkapkan bahwa bertani secara organik memberikan banyak manfaat bagi keluarganya. 

"Kami bisa menikmati pangan yang lebih sehat, biaya produksi lebih murah, kualitas tanah lebih terjaga, dan hasil panennya pun lebih baik," katanya.

Dengan semakin luasnya penerapan pertanian organik, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan pertanian yang berkelanjutan. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...