oleh

Duta Milenial Jambi Kembangkan Jeruk Gerga Kerinci

pangannews.id. Jambi- Ketergantungan akan buah import tidak bisa dibiarkan. Karena dapat terus menekan keberadaan buah lokal. Pendampingan terhadap petani buah lokal terus digarap oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi dengan membina Duta Petani Melenial. Selaras dengan program menteri pertanian SYL untuk regenerasi petani, dengan memberdayakan petani melenial guna swasembada pertanian.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) telah menetapkan Duta Petani Milenial Pembangunan Pertanian dengan menerbitkan surat Kepala Badan PPSDMP nomor: B-5556/SM.050/I/04/2020 tanggal 9 April 2020. Pengukuhan ini dilakukan melalui Video Conference. Mereka yang dikukuhkan merupakan petani milenial pilihan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Netra Nopita (31 tahun), merupakan salah satu petani melenial yang dilantik. Jenis usaha yang dikembangkan saat ini adalah Budidaya Jeruk Gerga Kerinci karena jenis ini cukup banyak diminati oleh konsumen.

“Jeruk ini cukup menguntungkan karena harganya cukup bagus dan banyak diminati masyarakat,” singgung Netra.

Ia menambahkan bawah Jeruk yang kini ia kembangkan mempunyai bentuk fisik yang kuning dan segar, juga rasa yang manis. Tidak kalah dengan jeruk import.

Pendampingan petani terus dilakukan dengan pelatihan agar petani melenial terus berkembang. Sampai pada sektor hilir telah di edukasi oleh semua pihak terkait seperti pada pemberian merek, pengepakan dan transportasi. Selain itu, saat ini juga telah dikembangkan Jeruk Gerga Kerinci yang berlokasi di Desa Lulo Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi ini sebagai tempat wisata edukasi Jeruk. Ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar mengkomsumsi jeruk lokal, cinta terhadap pertanian, dan juga tertarik untuk menjadi petani jeruk.

Kepala Bapeltan Jambi, Zahron Helmy berharap kedepannya program Tani Melenial ini terus berlanjut dan diperbanyak kuantitasnya. Dukungan dari Kementerian sendiri, juga Kaloborasi dengan Pemda Setempat serta pihak ketiga (penampung) dapat berjalan baik dan bisa menembus pasar impor.

“Telah ditetapkan beberapa Widyaiswara yang berkompeten dari Bapeltan Jambi sebagai pendamping para petani milenial ini, sehingga kami berharap kedepan usaha petani milenial semakin berkembang,” Ujar Zahron

Kontributor: Isral. A

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed