oleh

Menteri PUPR Basuki: Mentan SYL Aktor Utama Food Estate, Kami Ada Di Belakang

PanganNews.id. Kalimantan Tengah – Food Estate yang akan dilaksanakan di Kalimantan Tengah merupakan program Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan nasional. Setidaknya ada empat kementerian yang akan mendukung, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pertahanan serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.Hal itu disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantornya, Jumat (7/3).

“Pak Mentan Syahrul ditugaskan oleh Presiden untuk memperispakn food estate ini agar berjalan dengan baik. Jadi kami saling berkoordinasi supaya apa yang direncakan bisa berhasil,” kata Basuki Hadimuljono.

Dijelaskan oleh Menteri Basuki bahwa food estate akan fokus di 165 ribu hektar di eks pengolahan lahan gambut (PLG) diantara sungai Kapuas dan Barito. Namun, menurut Basuki walaupun namanya PLG, tapi yang 145 ribu merupakan tanah alluvial.

Menurut Mentan SYL, pertemuan ini bertujuan untuk melaksanakan program-program prioritas antar kementerian di kabinet kerja sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kami saling kompak di kabinet. Insya Allah kami siap, setelah KemenPUPR mempersiapkan water managmennya, tinggal Kementan yang melakukan budidayanya hingga selesai,” katanya.

Mentan menjelaskan, dalam proses pengerjaan sektor pertanian, sumber air menjadi sangat penting untuk mengaliri semua sawah. Oleh karena itu, Mentan berharap KemenPUPR dapat mengurus irigasi dan persiapan lainnya.

“Setelah irigasi tersedia, kami akan melakukan pembudidayaan untuk mempersiapkan prasarana, petaninya, bibi-benih, pupuk, dan obat-obatan yang dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, Mentan SYL menjelaskan, sejauh ini pihaknya juga sudah mempersiapkan jenis benih yang akan dipakai pada program food estate. Adapun benih yang digunakan bukanlah benih uji coba, melainkan benih yang sudah tervalidasi akan kualitasnya.

“Sehingga benih ini akan menghasilkan produksi yang berkualitas. Yang pasti kita akan intervensi sampai ke pengolahan sawahnya dengan pertanian yang modern,” katanya.

Sebagai infomasi, dalam kunjungan ini, Mentan didampingi jajaran eselon I Kementerian pertanian seperti Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed