Senin, 16 November 2020 11:32 WIB
PanganNews.id Jakarta -Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam) merupakan salah satu inovasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang dapat menjadi pedoman pengambil kebijakan, penyuluh, dan petani untuk menanam padi, jagung, dan kedelai pada waktu yang tepat dengan kondisi ketersediaan air yang memadai. Informasi disajikan sampai tingkat kecamatan, kabupaten / kota, dan provinsi meliputi 34 provinsi, 514 kabupaten / kota, atau 7.062 kecamatan di seluruh Indonesia. Balitbangtan terus melakukan hilirisasi inovasi teknologi SI Katam. Namun, sejauh mana SI Katam dipahami dan diimplementasikan di tingkat petani, perlu ditelisik lebih lanjut.
Hasil penelitian Abdul Azis, menyatakan bahwa sebagian besar petani memperoleh informasi SI Katam dari Penyuluh Pertanian Lapang, sedangkan PPL sendiri memperoleh informasi SI Katam dari Tim Gugus Tugas (GT) Katam yang berada di Balai Pengkajian Teknologi Pengkajian. Menurut petani, SI Katam sangat mudah dimengerti dan dapat meningkatkan produksi padi. Dari tahap persuasi, lebih dari 50% petani responden menyampaikan bahwa SI Katam sangat menarik dan mereka selalu menerapkan komponen-komponen yang disajikan dalam SI Katam melalui informasi dari PPL.
Tim GT Katam merupakan perwakilan Tim GT Katam Pusat merupakan ujung tombak SI Katam di daerah. Menurut petani, Tim GT Katam sangat mudah dihubungi dan sangat mudah dipahami penyampaiannya pada saat sosialisasi maupun pendampingan, Namun sayangnya, umpan balik dari petani belum disampaikan ke Tim Gugus Tugas Katam. Dalam hal ini, masih diperlukan pemantapan dan revitalisasi posisi, peran, dan tugas Tim GT Katam Tarpadu serta penajaman fungsi PPL dalam mendampingi petani untuk memanfaatkan SI Katam Terpadu.
Gambaran tersebut telah disampaikan dalam sidang promosi Abdul Azis berjudul “Pengembangan Model Komunikasi Inovasi dalam Implementasi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu” pada Selasa, 10 November 2020. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry yang hadir sebagai promotor luar komisi menyampaikan pentingnya hilirisasi inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Balitbangtan, sehingga dapat diimplementasikan dan diadopsi secara masiv di kalangan pengguna.
Dalam sidang promosi ini, Azis menyampaikan hasil penelitiannya yaitu berupa kesesuaian dengan kearifan lokal sebagai salah satu indikator SI Katam Terpadu, faktor karakteristik SI Katam Terpadu, dukungan PPL dan Tim GT Katam serta peran tim GT Katam yang perlu dilibatkan sejak proses penyiapan substansi hingga proses diseminasinya. Dari kebaharuan tersebut disusunlah model komunikasi inovasi dan strategi implementasi SI Katam Terpadu. Bentuk komunikasi yang dilakukan Balitbangtan dalam implementasi SI Katam Terpadu terdiri dari komunikasi organisasi, komunikasi kelompok, komunikasi massa, dan komunikasi antar pribadi. Strategi komunikasi melalui Komunikasi kelompok secara tatap muka dilakukan di tingkat petani dan PPL sedangkan komunikasi organisasi secara multi media dilakukan di tingkat Pemda.
Di akhir, Azis menyampaikan bahwa komunikasi inovasi SI Katam Terpadu (sosialisasi dan diseminasi) harus dilakukan secara berkelanjutan dan bersinergi dengan Kostratani yang saat ini menjadi program utama Kementerian Pertanian.
Jumat, 10 April 2026 10:13 WIB
Senin, 23 Februari 2026 12:56 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...