Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pulau Jawa Sebagai Sentra Produksi Padi : Apakah Akan Terus Bertahan?

Bagikan
Foto : Rani Mardiyah Ishak, Mahasiswa STIS Jakarta.
Foto : Rani Mardiyah Ishak, Mahasiswa STIS Jakarta.

PanganNews.id Jakarta - Beras merupakan makanan pokok dari lebih dari 270 juta jiwa di Indonesia. Tingkat konsumsi beras pertahun sebesar 111,58 kilogram/kapita. Produktivitas padi di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 5,1 ton/hektare maka dibutuhkan 10,8 juta hektare luas panen padi, jika diasumsikan terjadi dua kali panen dalam setahun maka dibutuhkan 5,4 juta hektare lahan sawah.

Apabila melihat perkembangan luas lahan panen dan produktivitas padi di Indonesia dari data lima tahunan sejak tahun 2000 hingga 2020 yang didapatkan dari publikasi BPS menunjukan bahwa dari tahun 2000 sampai 2015 luas lahan panen dan produktivitas padi Indonesia selalu mengalami kenaikan. Kenaikan luas lahan panen yang cukup besar terjadi pada tahun 2010 yang luasnya naik 11,94 persen dibandingkan tahun 2005 tetapi ketika melewati tahun 2015 hingga 2020 luas lahan panen dan produktivitas padi mengalami penurunan, luas lahan panen berkurang sebanyak 23 persen serta produktivitas turun dari 5,3 ton/hektare pada tahun 2015 menjadi 5,1 ton/hektare. Sepanjang tahun 2000 sampai 2020 hanya wilayah pulau Jawa yang memiliki produktivitas padi lebih dari 5 ton/hektare sedangkan daerah luar jawa selalu kurang .

Hal ini berbanding lurus dengan kondisi produksi. Sejak tahun 2000 hingga 2015 produksi padi Indonesia hampir selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan peningkatan produksi sebesar 13,43 persen dari tahun 2010 ke 2015 atau meningkat sebesar 8.93 juta ton. Namun, pada tahun 2015 sampai 2020 mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 26 persen atau sekitar 20 juta ton sehingga produksi padi tahun 2020 menjadi 55,16 juta ton. Pulau Jawa tentunya merupakan daerah dengan produksi padi terbesar di Indonesia dengan produksi sebanyak 31 juta ton di tahun 2020.

Berdasarkan data dari publikasi kementerian Pertanian yang rilis pada november 2020 luas lahan sawah Indonesia adalah sebesar 7,4 juta hektare. Pulau Jawa mendominasi kepemilikan luas lahan sawah terluas. Jawa Timur menjadi provinsi dengan luas lahan sawah terluas di Indonesia yaitu sebesar 1,2 juta hektare selanjutnya Jawa Tengah dengan 1,04 juta hektare dan Jawa Barat sebesar 0,93 juta hektare.

Permasalahanya adalah dalam 10 tahun terakhir luas lahan sawah di Indonesia terutama di pulau Jawa menunjukan adanya tren penurunan. Hal ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan sawah menjadi lahan nonpertanian seperti perumahan ataupun ekspansi kawasan industri . Sehingga kedepan dikhawatirkan pulau Jawa sebagai sentra produksi padi tidak akan memiliki cukup lahan sawah lagi dan apabila tidak segera diambil kebijakan hal ini akan berdampak pada penurunan produksi beras nasional.

Lalu bagaimana solusi dari permasalahan tersebut? Kita sadar bahwa ketimpangan produksi padi antara Jawa dan luar Jawa masih cukup signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada peluang untuk meningkatkan produksi padi diluar Jawa oleh karena itu perlu dilakukan pergeseran sentra produksi padi ke wilayah di luar Jawa. Hal ini lah yang membuat pemerintahan Presiden Jokowi fokus membangun bendungan di luar Jawa salah satunya di Provinsi Sulawesi Selatan yang nantinya akan berguna sebagai suplai air irigasi yang bermanfaat untuk pengairan lahan pertanian.

Rani Mardiyah Ishak, Mahasiswa STIS Jakarta.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal