Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian “Genjot Produksi Lewat Pengelolaan Pupuk Bersubsidi”

Bagikan
Foto : Acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian Vol.44 / 2021, Secara Virtual.
Foto : Acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian Vol.44 / 2021, Secara Virtual.

PanganNews.id Jakarta - Kegiatan MSPP (Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian) Vol.44 / 2021 dilaksanakan pada hari Jumat, 26 November 2021 secara virtual melalui Zoom selama 2 jam dan berlangsung sangat interaktif. Peserta yang bergabung mencapai 300 lebih orang yang terdiri dari BPP, Penyuluh Pertanian, Petani, SMK SPP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, UPTD, BPTP se Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani, penyuluh dan semua actor dalam pertanian untuk memperkuat posisi kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Mentan dalam program Menteri Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) yang digelar oleh BPPSDMP di ruang Agricultural War Room (AWR) Kementan, Jakarta Selatan.

Menurut Mentan, kedaulatan pangan adalah kunci atas berbagai kemajuan bangsa yang harus diperjuangkan bersama sebagai nilai kemanusiaan.

“Yang paling penting dari pertanian kita harus sadar bahwa agenda kita saat ini lakukan adalah agenda kemaslahatan manusia, dan perlu kita ketahui jga bahwa apa yang saat ini kita kerjakan adalah agenda perintah tuhan, dikarenakan kita mengurus makanan yang ujungnya untuk kemaslahatan manusia” Ujar Pak Mentan.

Mentan meyakinkan bahwa setiap perjuangan yang dilakukan manusia terhadap penjagaan sektor pertanian maka akan selalu mendapat balasan langsung dari Tuhan Yang Maha Esa. Balasan itu antara lain berupa kemuliaan dan kebahagiaan.

"Mengurus makanan rakyat itu anugerah Tuhan lah, dan yang pasti akan mendapat catatan baik dari malaikat. Kalau begitu menjadi petani, menjadi penyuluh, menjadi Kadis bahkan menjadi menteri sekalipun adalah rahmat Tuhan. Saya berharap kita semua bisa memperkuat kedaulatan pangan kita dengan menjaga pertanian. Tanamkan dalam hati bahwa yang kita lakukan ini adalah ibadah," katanya.

Apalagi, kata Mentan, sektor pertanian selama masa pandemi terbukti mampu menjadi penopang ekonomi nasional. Bahkan pertanian mampu membuka banyak lapangan kerja melalui produksi hilirisasi yang berorientasikan ekspor.

"Makanya kalau kita mau menjadi pejuang maka kita harus membuat kebaikan bagi bangsa ini. Yang kedua kita harus bersemangat dalam melakukan sesuatu. Apalagi kita ini menyediakan makan bagi banyak orang, jadi tidak boleh mundur," katanya.

Secara geografis, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki hamparan luas lahan subur. Juga merupakan negara penghasil produk pertanian berkualitas yang dibutuhkan banyak negara.

"Kalau begitu pekerjaan ini hebat, pekerjaan ini ada jaminan Tuhan. Kita sudah punya modal alam yang subur, air yang cukup, matahari yang bersinar dan udara yang bagus. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya," tutupnya. 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr). Dalam sambutannya, Kepala BPSDM menyapa seluruh penyuluh di seluruh Indonesia, dalam kesempatan kali ini, Prof. Dedi menyampaikan terkait dengan pengelolaan pupuk bersubsidi, pengelolaan pupuk bersubsidi, tugas kita yang pertama adalah mendampingi petani untuk mempersiapkan RDKK pupuk, oleh karena itu, akurasi data, akurasi luas lahan, akurasi komoditas, dan yang tidak kalah penting adalah akurasi luas lahan, karena sebenarnya inilah yang akan menentukan proporsi pupuk subsidi nasional.

“Dan perlu disampaikan kepada seluruh petani di Indonesia, bahwa kemampuan pemerintah untuk memberikan pupuk bersubsidi bagi kita semua terbatas, tidak sepenuhnya 100%. Alokasi pupuk yang disalurkan pada tahun kemarin yang berhasil pemerintah lakukan ialah 9 juta Ton” Ujar Prof Dedi.

Masalah pertanian yang terjadi saat ini disebabkan oleh penggunaan bahan organik yang rendah, pemberian pupuk yang tidak sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman, pemberian pupuk yang tidak tepat waktu. Pemberian pupuk yang berlebihan terutama pupuk sumber N belum tentu hasil tinggi, petani rugi dan terjadi pencemaran lingkungan dan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu diperlukan teknologi inovasi pemupukan berimbang ramah lingkungan yang merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas tanaman serta untuk mengurangi kerusakan lingkungan karena penggunaan pupuk kimia yang berlebih.

Alokasi pupuk yang efektif dan efisien juga tergantung kepada pemberian pupuk yang berimbang, pupuk berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah agar terjadi keseimbangan hara di dalam tanah sehingga tercapai kondisi favorable untuk pertumbuhan tanaman. Banyak akurasi pupuk yang tidak tepat, bahkan berlebihan sehingga malah berakibat kepada kerusakan tanaman seperti tanaman mudah roboh, tanaman jadi rentan penyakit, tidak efisien dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu akurasi kadar pupuk, akurasi tanaman, akurasi lahan dan tahan serta akurasi luas lahan harus tepat, sehingga alokasi pupuk bersubsidi bisa efektif dan efisien.

Prof Dedi juga menuturkan bahwa ada 5 tepat dalam pemupukan yaitu pertama tepat jenis, pada saat pemupukan harus tepat dalam menentukan jenis pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman, yang kedua adalah tepat dosis, yaitu sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan tanaman dan target hasil yang ingin dicapai, ketiga adalah tepat waktu, yaitu pada saat pemberian pupuk yang baik hendaknya disesuaikan kapan tanaman tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara dalam jumlah banyak, keempat adalah tepat bentuk, maksudnya formula/bentuk pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman, kelima adalah tepat cara maksudnya pada saat pemupukan harus benar caranya.

“Petani harus mampu membuat pupuk organik dan pupuk hayati sendiri, sebagai upaya untuk mandiri pupuk kedepannya” Prof. Dedi.

Acara ini juga dihadiri Dirjen PSP kementan RI bapak, Ali Jamil

(Maliki)

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal