PanganNews.id Jakarta - Oleh : Entang Sastraatmadja
Hingar bingar nya siapa yang akan menjadi Calon Presiden 2024 - 2029, kelihatan dari hari ke hari semakin ramai dibincangkan banyak pihak. Berbagai lembaga survey berupaya menyuguhkan hasil telaahan nya kepada publik. Terlepas dari metode apa yang mereka gunakan, kini muncul banyak nama yang dianggap pantas untuk dijadikan calon Presiden ke depan.
Setidak nya, ada 3 Gubernur yang layak untuk dicalonkan. Ada Gubernur DKI Anies Baswedan. Lalu, ada Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, ada Andika Perkasa Panglima TNI. Dan ada Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah. Selain itu, ada beberapa petinggi Partai Politik yang sudah sejak lama mengkampanyekan diri nya kepada masyarakat.
Ada Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ada Ketua Umum Partai Golongan Karya Airlangga Hartarto. Dan ada juga tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangam Puan Maharani.
Di luar nama-nama tersebut ada juga yang ramai digadang-gadang oleh Tim Sukses nya antara lain Erick Tohir, Menteri BUMN nya Presiden Jokowi. Mereka semua dinilai pantas dan layak untuk menjadi Presiden NKRI periode 2024 - 2029. Catatan kritis nya siapa yang akan jadi Wakil Presiden nya, bila nama-nama tersebut menginginkan posisi Presiden ?
Apakah nanti akan muncul nama baru untuk jabatan Wakil Presiden atau akan muncul dari nama-nama yang digadang-gadang jadi Calon Presiden ? Memang tidak mudah mencari pasangan Presiden dengan Wakil Presiden. Tim sukses Presiden, biasa nya akan bekerja keras untuk mencari Wakil Presiden nya yang pas.
Presiden dan Wakil Presiden adalah paket yang dipilih rakyat. Kedua nya merupakan satu kesatuan. Dulu, kita mendengar ada istilah "dwi-tunggal" Soekarno-Hatta. Walau ke dua nya, bisa saja dari Partai Politik yang berbeda, namun kalau sudah terpilih menjadi Presiden/Wakil Presiden, kedua nya harus sama-sama menjunjung tinggi merah putih.
Ke dua nya harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara ketimbang partai politik nya. Ke dua nya merupakan pimpinan semua Partai Politik. Ke dua nya merupakan milik semua anak bangsa. Jangan sampai Presiden/Wakil Presiden lebih memprioritaskan Partai Politik yang mengusung nya.
Itulah aturan main dunia kepolitikan yang berlaku di negara kita. Dalam kaitan nya dengan Pemilihan Umum Presiden tahun 2024 nanti, tentu akan lebih afdol, selain digadang-gadang nama Calon Presiden, dikampanyekan pula program-program utama yang akan digarap nya selama 5 tahun.
Bagi Keluarga Besar Kaum Tani, tentu kita akan merasa bangga, sekira nya ada calon Presiden yang betul-betul memperjuangkan nasib dan kehidupan para petani. Kita akan merasa bahagia, kalau banyak calon Presiden yang bicara tentang masa depan pertanian di negeri ini, sekaligus dengan perbaikan kualitas hidup para petani nya.
Selanjut nya, kita pasti akan merasa terwakili, seandai nya ada calon Presiden yang mampu menawarkan pemikiran cerdas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Kita butuh Presiden yang secara jelas, tegas dan nyata mampu membebaskan kaum tani dari lingkaran setan kemiskinan yang tidak berujung pangkal.
Itu sebab nya, menjadi sangat penting bagi kita, apakah para calon Presiden mendatang, memiliki kecintaan yang mendalam atau tidak terhadap perjalanan dan perkembangan pembangunan pertanian di negeri ini ? Syukur-syukur kalau nama yang disebut-sebut memiliki kans untuk jadi Presiden, betul-betul mencintai pertanian.
Namun jika tidak, pertanian akan biasa-biasa saja dan petani pun tetap terpinggirkan dari pentas pembangunan. Keperkasaan pertanian yang dibuktikan mampu menjawab sergapan Covid 19, mungkin saja hanya tinggal kenangan dan petani itu keren, juga hanya sekedar basa basi politis semata.
Bagi negara agraris sekaliber Indonesia, sosok Presiden yang akan menakhkodai bangsa ini, mestilah orang yang memahami pertanian. Alasan pokok nya, bukan saja pertanian merupakan sumber kehidupan dan sumber penghidupan sebagian besar warga bangsa, namun pertanian inilah yang menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.
Mencintai pertanian, pasti tidak akan memarginalkan pertanian. Berpihak kepada pertanian, pasti akan memberi prioritas khusus terhadap pertanian dalam politik anggaran yang bakal dirumuskan. Sosok yang demikian, sangatlah dibutuhkan untuk mengelola negara dan bangsa, yang sebagian besar warga bangsa bernata-pencaharian di pertanian dalam arti luas.
Akhir nya kita berharap, walau pun para calon Presiden yang di gadang-gadang belum terbukti mencintai pertanian, namun jika kita selisik lebih dalam tentang perhatian nya terhadap pertanian, terlihat ada juga diantara mereka yang tidak meminggirkan pertanian lewat kebijakan yang digarap nya. Tapi ada juga yang kurang suka terhadap pertanian.(PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.