PanganNews.id Malang - Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen turut andil dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Salah satu upaya yang diimplementasikan adalah dengan mengalakkan gerakan tanam cabai dan budidaya ikan.
Bupati Malang, M Sanusi menyebut gerakan tanam cabai dan budidaya ikan bertujuan membangun dan menjaga ekonomi kerakyatan Khususnya di Kabupaten Malang sendiri.
"Atas nama pribadi maupun Pemkab Malang saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kelestarian lingkungan, juga upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang dilaksanakan melalui Gerakan Menanam Cabai pada Pekarangan Masyarakat dan Budidaya Ikan pada kesempatan ini," kata M Sanusi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi
Sanusi mengahadiri Gerakan Menanam Cabai dan Budidaya Ikan di Taman Ketahanan Pangan Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
"Kehadiran sumber pangan mandiri pada fasilitas umum maupun ruang-ruang pribadi ini, diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," ujar Sanusi.
Ia juga mengatakan bahwa Pemkab Malang terus berupa menyusun langkah-langkah strategis dalam mencegah dan mengendalikan dampak inflasi di Kabupaten Malang diantaranya dengan sinergi dan inovasi menjaga stabilisasi harga dan mewujudkan ketahanan pangan.
Adapun pemilihan penanaman komoditas cabai pada kesempatan ini, utamanya dilatarbelakangi oleh pengaruh komoditas tanaman tersebut terhadap inflasi di Kabupaten Malang juga Malang Raya pada umumnya.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, ketersediaan cabai rawit sepanjang tahun 2022 di Kabupaten Malang mencapai 82.371 ton. Dengan total kebutuhan konsumsi sebesar 14.542 ton, artinya terdapat surplus cabai rawit sebesar 68.371 ton sepanjang tahun lalu.
Begitu pun sampai Bulan Maret 2023, tingkat ketersediaan cabai rawit di Kabupaten Malang telah menyentuh angka 21.503 ton. Dengan capaian tersebut, harusnya harga jual cabai di Kabupaten Malang dapat bertahan pada angka yang stabil.
Sedangkan pada sektor perikanan, Kabupaten Malang memiliki dua komoditas produk unggulan yakni ikan air tawar dan ikan tangkap laut. Pada komoditas air tawar, total produksi budidaya di Kabupaten Malang mencapai 10.397,04 ton.
Dengan rincian, produksi ikan didominasi oleh jenis ikan lele dan nila dengan kapasitas produksi pada tahun 2022 yakni sebesar 5.758,46 ton untuk ikan lele dan 4.598,98 ton untuk komoditas nila.
“Jika harga cabai Rp 80 ribu perkilogram, bayangkan saja kalau selama empat bulan. Maka produksi cabai di Kecamatan Dau bisa mencapai 17 ton, jika di kalikan Rp 80 ribu maka pendapatan sebesar 1,360 Miliar,” beber Sanusi.
Sejauh ini kata dia, pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi gizi keluarga dirasa masih belum optimal. Padahal, di samping mewujudkan ketahanan dan kemadirian pangan juga pemenuhan gizi keluarga, pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif juga dapat memberikan beberapa keuntungan.
Gerakan tanam cabai dengan memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah agar masyarakat bisa memenuhi sendiri kebutuhan cabai secara mandiri dan berdampak pada upaya menekan inflasi yang disumbang oleh cabai merah.
"Saya berharap masyarakat, khususnya petani dapat membiasakan yang baik-baik dengan memanfaatkan potensi daerah kita yang kaya dan subur dari hal-hal kecil saja misal menaman cabai dipolybag di halaman rumah," paparnya.
Disela sela acara, Sanusi juga menyerahkan makanan tambahan untuk anak di Desa Mulyoagung dan penyerahan Polybag cabai kepada masyarakat di Desa Mulyoagung.
Setelah penyerahan, Bupati Malang beserta jajaran menebar benih ikan di yang ada di Bioflog. Dilanjutkan dengan menanam cabai bersama di lahan Taman Ketahanan Pangan dan ditutup dengan meninjau UMKM Desa Mulyoagung.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.