PanganNews.id, Bogor - Bumbu rempah-rempah selalu menjadi incaran kedua para ibu rumah tangga setelah membeli daging menjelang lebaran.
Pedagang bumbu rempah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rahul Fibri (19) menyebut, penjualan bumbu rempah itu selalu naik di setiap hari raya umat muslim tersebut.
Sebab, kata dia, kenaikan penjualan itu disebabkan oleh kenaikan penjualan daging di pasar tempat ia berjualan.
"Setiap tahun pasti begitu, udah beli daging, langsung beli bumbu ini (rempah-rempah)," kata Rahul kepada PanganNews.id, Rabu 19 April 2023.
Rahul menyampaikan bahwa dirinya menjual berbagai produk bumbu rempah untuk menjadi bumbu instan masakan. Kebanyakan, para pembeli membeli bumbu rempah untuk masakan rendang, semur, opor ayam.
"Yang sering dibeli saat ini itu bumbu rendang, opor, dan semur karena menjelang hari raya idul fitri juga banyak buat masakan," papar dia.
Ia menyebut, harga bumbu rempah di minggu terakhir jelang lebaran itu pun naik. Sebab, kata dia, harga rempah-rempah yang ia beli pun turut naik.
"Ini bumbu-bumbu pada naik semua menjelang lebaran. Naiknya Rp2000, padahal pas awal puasa masih Rp3000, sekarang jadi Rp5000 perbungkus," jelas dia.
Kendati harga jualnya naik, tetapi penjualan pun ikut naik. Ia mengaku, di hari biasa, dia hanya mampu menjual ratusan bungkus. Namun, saat ini bisa capai ribuan bungkus bumbu rempah terjual.
"5alau dihitung minimal 5.000 bungkus lebih. kalau hari biasa paling 300 sampai 400 bungkus," tutup dia. (Egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.