PanganNews.id, Bogor - Sebanyak 70 petani milenial beradu di final ajang Young Ambassador Agriculture yang digelar di IPB International Convetion Center (IPB ICC) Bogor pada 2-5 Mei 2023.
Ajang tersebut diinisiasi oleh Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Petani milenial asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Dwi Cahyono, menerapkan konsep smart farming pada lahannya. Ia menerapkan konsep smart farming kini, Dwi mulai menggunakan alat cek PH tanah serta "fertilizer portable" berdasarkan data lahan dan jenis tanaman dengan sistem rekam berbasis aplikasi.
Konsep itu diterapkannya di lahan sekitar 2.000 meter persegi, bersama petani milenial Tabalong lainnya menjalin kerja sama dengan Pemuda Tani Keren Bali.
Pemilik usaha "Bahuma Farm" ini mengelola usaha pertanian hortikultura di Desa Ribang, Kecamatan Muara Uya, untuk komoditi cabai dan bawang merah.
"Saya ingin menciptakan hasil pertanian yang aman untuk dikonsumsi dan menumbuhkan jiwa wirausaha ke petani milenial lainnya," ungkap Dwi pada Senin 1 Mei 2023, dikutip dari sinarharapan.co
Pada babak final, Dwi harus bersaing dengan 70 finalis lain untuk masuk 50 Young Ambasador Agriculture Kementan RI 2023.
"Mohon doa dan dukungan semua pihak untuk bisa mendapat hasil terbaik dalam ajang nasional pemilihan Young Ambasador Agriculture ini," kata Dwi. (egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.