PanganNews.id, Gianyar Bali - Kabupaten Gianyar, Bali, menghadapi kekurangan penyuluh pertanian karena beberapa orang memasuki masa pensiun dan luas lahan yang ditangani tidak ideal.
Saat ini, terdapat 23 orang penyuluh berstatus ASN dari Pemerintah Kabupaten Gianyar dan 13 orang penyuluh tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) dari pemerintah pusat. Sebelumnya, telah ada 6 penyuluh yang pensiun.
Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ni Made Sumpahyani, mengakui kondisi tersebut dan menyatakan bahwa tenaga penyuluh harus bekerja lebih keras agar program-program pertanian dapat sampai dengan cepat dan tepat sasaran kepada petani.
Idealnya, menurut Sumpahyani, setiap penyuluh seharusnya menangani satu desa agar kinerja mereka dapat tepat sasaran.
Namun, saat ini satu tenaga penyuluh harus membidangi tiga atau empat desa, tergantung luas desa dan jumlah subak di setiap desa. Subak adalah sistem irigasi tradisional yang digunakan di Bali untuk mengatur air pertanian.
Saat ada program baru dari pemerintah pusat, seringkali tenaga penyuluh menghadapi kesulitan dalam memberikan pendampingan karena terbatasnya waktu.
Beberapa program, seperti program padi organik dengan penggunaan pupuk organik, membutuhkan upaya ekstra untuk meyakinkan petani agar beralih ke metode organik.
Dalam hal ini, tenaga penyuluh mencari contoh pertanian organik yang sudah berhasil untuk memberikan bukti nyata kepada petani.
Kekurangan tenaga penyuluh menjadi perhatian karena beberapa di antara mereka sudah mencapai usia pensiun dan beberapa lainnya akan memasuki masa pensiun. Oleh karena itu, diharapkan dapat menambah jumlah penyuluh dan mengisi posisi tersebut dengan tenaga muda.
Meskipun demikian, Sumpahyani menyatakan bahwa mereka terus bekerja dengan baik. Untuk efektivitas kerja, mereka menggunakan grup WhatsApp (WA) sebagai sarana koordinasi dengan petani.
Namun, beberapa petani masih kesulitan dalam menggunakan teknologi, seperti tidak memiliki perangkat Android. Jika ditemui masalah dalam pertanian, koordinasi dilakukan dengan Dinas Pertanian untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Keluhan umum petani berkaitan dengan pemeliharaan padi, seperti serangan hama wereng, kutu, atau ulat. Tenaga penyuluh akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengatasi masalah tersebut," jelasnya.
Meskipun situasi penyuluh pertanian di Kabupaten Gianyar masih menghadapi tantangan, upaya terus dilakukan untuk memastikan program-program pertanian dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada petani," imbuh dia. (nicko)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.