PanganNews.id, Bogor - Peneliti bidang konservasi tumbuhan, Prof. Dr. Sri Rahayu, M. Si mengungkapkan bahwa beberapa tumbuhan memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Menurut dia, saat ini kita sedang menghadapi perubahan iklim yang semakin panas. Namun, ada juga tumbuhan yang tidak mampu beradaptasi dan berisiko punah, seperti halnya dinosaurus yang punah ribuan juta tahun yang lalu akibat perubahan iklim.
Sri Rahayu mengatakan, perubahan iklim memiliki berbagai efek, baik langsung maupun tidak langsung.
"Salah satu efeknya adalah pada enzim tertentu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tumbuhan. Jika suhu berubah, enzim tersebut mungkin tidak dapat bekerja secara optimal, sehingga tumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik," katanya kepada PanganNews.id saat ditemui di Kebun Raya Bogor, Sabtu 27 Mei 2023.
Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, kata Sri Rahayu, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan penanaman tumbuhan. Setiap orang dapat berperan dalam merawat tanaman dan memperbanyak jumlahnya.
Ia melanjutkan, tanaman menghasilkan oksigen dan memberikan keteduhan alami yang dapat mengurangi suhu udara.
"Bayangkan jika tidak ada pohon, suhu udara akan semakin panas, terutama saat terjadi fenomena El Nino. Dengan adanya lebih banyak pohon, setidaknya suhu udara dapat dikurangi. Ketika kita berada di kebun raya yang memiliki banyak pohon, perbedaan suhunya terasa jauh lebih nyaman," bebernya.
Sebab itu, Sri Rahayu menganjurkan untuk meningkatkan penanaman pohon dan tanaman lainnya. Jika tidak memiliki lahan yang cukup, kita masih dapat menanam tanaman kecil seperti anggrek atau meneliti tanaman hias.
"Selain menyerap karbon dioksida, tanaman juga dapat menyerap polusi yang dihasilkan oleh kegiatan manusia," tutup dia.
Penulis : Ajat Nicko
Editor : Ryan Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.