PanganNews.id, Sumut - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah membangun kerja sama dengan provinsi lain dalam pengadaan bahan pangan, sebagai upaya mengendalikan inflasi.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa hal tersebut menjadi poin penting yang ia sampaikan pada acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumut 2023.
Menurut dia, dunia memang tengah mengantisipasi segala kemungkinan yang ada khususnya dalam sektor pangan.
Menurut dia, selain keterbatasan produksi, berbagai masalah seperti perubahan cuaca fenomena El Nino, menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini berdampak pada terganggunya pasokan bahan pangan dan memicu terjadinya inflasi.
“Memang kita khawatir dengan analisis dari berbagai negara, tentang prediksi kemungkinan kondisi yang akan terjadi. Dan semuanya mengantisipasi kemungkinan yang ada. Dan tentunya harus dihadapi dengan keyakinan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Edy Rahmayadi dalam keterangannya, Jumat 2 Juni 2023.
Provinsi Sumut, lanjut dia, sudah menjalin hubungan dengan provinsi lain untuk upaya kerja sama antardaerah dalam hal memasok bahan pangan. Sehingga komoditas pangan yang surplus di satu daerah, bisa didistribusikan secara simultan ke daerah lain, dan sebaliknya.
Senada dengan itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menekankan, bahwa pergerakan inflasi yang terkendali tidak terlepas dari sinergi yang erat dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui program GNPIP di berbagai daerah.
Hal tersebut tercermin dari perkembangan inflasi nasional per April 2023 yang relatif terjaga di tengah adanya periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri, terutama didukung menurunnya tekanan harga kelompok di berbagai daerah.
“Penyelenggaraan GNPIP Sumatera Utara 2023 juga diharapkan dapat menjadi akselerator langkah konkret bersama untuk mengendalikan tekanan inflasi pangan, mendorong produksi, serta mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : Ryan Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.