PanganNews.id, Jakarta - Sekertaris Utama Badan Pangan Nasional / National Food Agency (NFA) Sarwo Edhy menyebut bahwa keamanan siber merupakan hal yang penting bagi ketahanan pangan Indonesia.
Sebab, kata dia, sektor pangan merupakan salah satu sektor strategis yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar setiap individu.
"Dengan data dan informasi pangan yang aman, dapat mendukung sinergi program dan kegiatan ketahanan pangan yang ada di Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA)," kata Sarwo dalam pertemuannya dengan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Rabu 7 Juni 2023.
Dalam paparannya, Sarwo menjelaskan hal ini sangat penting sebagai dasar untuk mengetahui situasi kondisi keamanan data pangan, hal ini merupakan salah satu komitmen pemerintah sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sebagaimana ditekankan Presiden Joko Widodo.
“Ini merupakan Tindakan preventif yang dapat kita lakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Dengan data dan informasi pangan yang aman dapat mendukung sinergi program Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA)," papar dia.
Sementara, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas menjelaskan, perlunya pembentukan tim tanggap insiden siber, sebagai unit reaksi cepat yang secara global mungkin dikenal dengan nama Computer Security Incident Response Team (CSIRT).
Nantinya Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Sebagai Pembina sector CSIRT Pangan.
“Kami punya tugas memonitor cyber yang ada di dunia maya untuk melihat anomali jalur internet serta menganalisis dan merespon ancaman keamanan sistem informasi serta memberikan layanan penanganan insiden keamanan siber untuk meminimalisasi kerusakan dan memungkinkan pemulihan yang efisien dari insiden keamanan siber," papar dia.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.