PanganNews.id, Jember - Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember (Unej), di Kabupayen Jember, menciptakan inovasi berbagai produk pangan yang unik.
Bagaimana tidak, salah satu mahasiswa Unej, Anisa Nur Fitria dan kelompoknya, membuat sayur menjadi es krim.
"Kami sengaja membuat produk ini mencukupi kebutuhan gizi pada orang atau anak yang tidak menyukai sayuran,” kata dia, Kamis 8 Juni 2023.
Anisa menyebut, bahan baku yang disiapkan merupakan bahan baku alami untuk meminimalisasi dampak radikal bebas. Dia berharap inovasinya dapat dikembangkan dan dapat bermanfaat untuk masyarakat.
“Dengan bahan terjangkau dan mudah pembuatannya, masyarakat mendapatkan banyak manfaat untuk peningkatan gizi dan mencegah dari berbagai penyakit,” katanya.
Tak hanya es krim sayur, mereka juga mengolah produk pangan rendang yang terbuat dari perpaduan antara nangka muda, jamur tiram, dan ISP (Isolated Protein Soy). Makanan ini disebut Rendang Kito. Nangka muda dipilih jadi bahan utama karena berserat agar tekstur produk itu menyerupai daging asli.
Produk ini merupakan daging analog berbasis nabati yang sangat cocok untuk orang yang menerapkan gaya hidup vegan.
Produk-produk pangan olahan mahasiswa FTP ini menggunakan bahan baku lokal dan memiliki nilai fungsional bagi konsumen. Salah satunya adalah Mocaf (Modified Cassava Flour) atau tepung yang terbuat dari singkong. Mocaf digunakan sebagai pengganti tepung terigu, karena mocaf merupakan bahan lokal berkonsep kaya serat dan bebas gluten.
Produk-produk pangan mahasiswa ini kemudian ditampilkan dalam acara “Build a Food Diversity by Students Innovation and Creativity”, di halaman kampus FTP Unej, Rabu (7/6/2023).
Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Pengembangan Produk Baru yang diampu oleh Riska Rian Fauziah.
Ada 24 kelompok dari angkatan 2020 yang menyajikan inovasi produk. “Seluruh kelompok memiliki inovasinya masing-masing,” kata Riska.
Menurut Riska, semua produk itu berasal dari proses coba-coba berulang kali untuk menemukan komposisi, rasa, dan tekstur produk. Mereka dinilai berdasarkan keunikan inovasi, analisis ekonomi agar produk itu memiliki nilai komersial yang tinggi, dan analisis kandungan gizi.
Komersialisasi dilakukan oleh para anggota kelompok dengan mencantumkan akun instagram, email, alamat serta nomor yang dapat dihubungi untuk melakukan pemesanan.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.