PanganNews.id, Magelang - Kelompok tani Sumber Rejeki di Dusun Karang Kulon, Bandongan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, telah melakukan pembagian pupuk dalam jumlah besar kepada petani padi anggotanya pada Rabu, 14 Juni 2023 lalu.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah dalam mewujudkan produktivitas dan keamanan pangan bagi rakyat.
Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Zarkoni, mengatakan kepada anggotanya bahwa pupuk dan obat-obatan yang dibagikan merupakan pupuk berbahan organik. Dengan demikian, beras yang dihasilkan nantinya akan bebas dari bahan kimia.
Para petani menyambut gembira bantuan ini, karena bahan organik diyakini dapat membuat tanah menjadi gembur dan subur," kata Zarkoni.
Namun menurut Zarkoni, di tengah kegembiraan para petani, muncul beberapa kekhawatiran terkait transportasi dan penyimpanan pupuk.
Beberapa petani mengungkapkan bahwa mereka perlu menyediakan mobil untuk mengangkut pupuk jika setiap hektar dibantu dengan 60 sak (karung) pupuk," jelasnya.
Ada juga yang mengusulkan menggunakan motor dengan membawa dua sak pupuk setiap angkutan, sehingga total angkutan yang diperlukan menjadi 30 kali.
"Masalah lainnya adalah penyimpanan, karena beberapa petani menganggap rumah mereka terlalu kecil untuk menampung pupuk dalam jumlah yang begitu besar," beber Zarkoni.
Lanjut Zarkoni menjelaskan bahwa pupuk yang dibagikan gratis merupakan bantuan dari Proyek Upland yang dibiayai oleh Kementerian RI dengan dana pinjaman dari IsDB (Islamic Development Bank) dan IFAD (International Fund for Agricultural Development).
Proyek Upland dilaksanakan di 13 kabupaten di Indonesia, termasuk Magelang.
"Selain pupuk, kelompok tani tersebut juga pernah menerima bantuan lainnya dalam proyek upland sebelumnya," tambah Zarkoni.
Para petani pernah mendapatkan bantuan perbaikan jalan usaha tani (JUT), yang memudahkan anggota kelompok dalam mengakses sawah, membawa peralatan, dan mengangkut hasil panen pulang ke rumah.
"Mereka juga pernah mendapatkan bantuan peralatan pertanian dalam jumlah yang tidak sedikit dan bebas dimanfaatkan oleh anggota kelompok," pungkas dia.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.