PanganNews.id, Bogor- Kisah Muhammad Landri. Meskipun berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah yang merupakan penjual cabai di Pasar TU Kemang Bogor, Muhammad Landri berhasil menjadi lulusan terbaik di Pondok Pesantren Mitsaqon Ghalizan.
Kegigihan warga asal Ciampea, Kabupaten Bogor itu. dalam mengejar cita-citanya nampaknya sebanding dengan perumpamaan setinggi langit.
Muhammad Landri tidak hanya puas dengan prestasinya di pondok pesantren, tetapi ia juga berencana melanjutkan pendidikannya ke tingkat kuliah di Yaman. Dalam wawancara dengan media, pada acara wisuda di Pondok Pesantren Mitsaqon Ghalizan.
Muhammad Landri menyampaikan kebahagiaannya, bahwa dia siap untuk kuliah di luar negeri karena dia hanya ingin menuntut ilmu, dan ini adalah impian sejatinya. Selain itu, dia juga bermimpi untuk membangun pondok pesantren di kampung halamannya.
Muhammad Landri berencana melanjutkan pendidikannya ke Yaman pada tahun depan. Sementara menunggu waktu tersebut, ia akan pergi ke salah satu pondok pesantren di Solo untuk terus belajar.
Ia percaya bahwa pihak pondok pesantren akan membantu memilih universitas untuknya, dan dia siap menghadapinya dengan keyakinan," bebernya.
Sebelumnya, Pondok Pesantren Mitsaqon Ghalizan mengadakan acara wisuda di halamannya, meluluskan 33 siswa-siswi pada angkatan ke-9. Dalam acara tersebut, Muhammad Landri mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik, sedangkan Syakila Cahya Anjani meraih predikat istimewa juga.
Irvan Anwar Rahman, Wakil Kesiswaan Pondok Pesantren Mitsaqon Ghalizan, mengungkapkan bahwa Muhammad Landri memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah di Turki atau Yaman, dan mereka sedang dalam tahap persiapan administrasi untuk itu.
Irvan Anwar Rahman juga berharap agar para lulusan tersebut dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi pondok pesantren dan masyarakat pada umumnya.
Dirinya pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pesantren dengan masyarakat dalam penerapan ilmu yang mereka peroleh di kehidupan sehari-hari," harapnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.