Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

IPB University Luncurkan Inovasi Green Fashion Sawit, Ini Kelebihannya 

Bagikan
Inovator Green Fashion Sawit Dr Siti Nikmatin (ipb.ac.id)
Inovator Green Fashion Sawit Dr Siti Nikmatin (ipb.ac.id)

PanganNews.id, Bogor - IPB University bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) meluncurkan inovasi bernama Green Fashion Sawit.

Inovator Green Fashion Sawit Dr Siti Nikmatin mengatakan, future fashion itu tidak hanya berbahan serat alam kapas dan serat polimer sintetis, tetapi berbasis biomass sawit yang menghasilkan benang dan kain untuk aplikasi produk industri kreatif fashion.

“Iklim industri fashion lokal dan impor sangatlah dinamis, bersaing dan kompetitif. Persaingan bukan hanya sekedar harga, melainkan juga bahan baku organik atau sintetis yang linier dengan kenyamanan pada saat pakai,” kata Dr Siti, Rabu 5 Juli 2023.

Menurut dia, Green Fashion Sawit itu diperlukan kerena industri kreatif fashion mempunyai peran penting di dalam perekonomian nasional. Terlebih, kata dia, Dunia fashion di Indonesia terus berkembang seiring dengan kuatnya arus teknologi informasi dan e-commerce.

“Inovasi Green Fashion Sawit merupakan excellent innovation yaitu memberikan manfaat untuk perubahan, memberikan solusi impor kapas, meningkatkan daya saing, peningkatan nilai tambah produk sawit dan turunannya dengan nilai komersial,” papar dia. 

Menurutnya, kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang memiliki peran penting dan strategis di Indonesia. Inovasi riset dalam pemanfaatan dan pengolahan perkebunan kelapa sawit dengan teknologi itu diperlukan untuk menjamin keberlanjutan, meningkatkan diversifikasi produk melalui aktivitas ekonomi sawit dengan keunggulan kompetitif melalui transformasi ekonomi berbasis inovasi.

Kata Dr Siti, Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan biomass yang keberadaannya terus meningkat linier seiring dengan produksi crude palm oil (CPO) dan kebutuhan manusia akan minyak nabati.

Melalui penelitian yang didanai oleh BPDPKS tahun 2021-2022, biomass sawit ini diubah menjadi biomaterial fashion bernilai ekonomi tinggi yaitu stapel rayon viskosa, benang pilin, kain dan produk industri kreatif. Hal ini merupakan suatu kebaruan atau novelty terkait bahan baku biomass organik non kapas pada fashion.

Keunggulan green fashion sawit adalah memiliki sifat mekanis, optik dan termal merujuk pada standarisasi tekstil Standar Nasional Indonesia (SNI). Inovasi ini juga ramah lingkungan dan rendah emisi karena bahan baku yang digunakan adalah biomass sawit yang diproduksi tanpa bahan kimia serta memiliki nilai ekonomi dan harga bersaing di pasar,” ujarnya.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien 

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal