PanganNews.id, Probolinggo - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo sedang fokus pada rendahnya harga jual komoditas pertanian dan berusaha meningkatkan nilai ekonomisnya melalui potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian.
Kegiatan pameran produk dan olahan hasil pertanian dihadiri oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) dari 5 kecamatan Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, menyatakan bahwa kombinasi acara ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok tani dalam mengolah makanan dan menciptakan nilai tambah ekonomi melalui olahan produk pertanian.
Dia juga meminta Dinas Pertanian bersinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan untuk memberikan pelatihan yang komprehensif.
Habib Hadi mengimbau Kelompok Wanita Tani (KWT) agar memahami dampak penurunan harga pada hasil panen dan mencari terobosan agar produk olahan mereka dapat menembus usaha retail modern.
"Kami juga mendorong kelompok tani untuk berinovasi dan menjajaki kerjasama dengan daerah lain dalam memasarkan hasil pertanian mereka," imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Aries Santoso, menyebutkan bahwa petani di Kota Probolinggo menghadapi tantangan resistansi alih fungsi lahan. Namun, pihaknya berusaha memfasilitasi penggunaan lahan marginal atau di sekitar rumah untuk menghasilkan produk pertanian dengan teknik hidroponik atau pola tanam tumpangsari.
"Petani di kota ini cenderung mengarah menjadi petani milenial dengan akses informasi dari berbagai sumber, termasuk media sosial. Pihak Dinas memberikan pelatihan agar petani milenial dapat melihat situasi pasar dengan cerdas sehingga dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian mereka," paparnya.
Tujuan dari semua upaya ini adalah agar petani Kota Probolinggo tidak hanya mengandalkan produksi yang tinggi tetapi juga bisa menguasai pasar di daerah lain dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dari hasil pertanian mereka.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.