PanganNews.id, Brebes - Parmin (82) purnawirawan TNI berpangkat Sersan Mayor asal Desa/Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini menjadi sosok inspiratif untuk diteladani generasi sekarang dan yang akan datang.
Jelang perayaan HUT RI ke-78 tahun 2023, ia menyempatkan diri bersama 3 veteran lainnya dan warakawuri, mengikuti upacara bendera di Halaman Makodim 0713 Brebes, Senin 24 Juli 2023.
Selaku Ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) Cabang Brebes, Parmin mengaku senang karena bisa berkesempatan bertemu langsung dengan Dandim Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki, termasuk berziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Tama Brebes.
Menurut Parmin, perjuangan bangsa tidak hanya mengorbankan jiwa dan raga demi mengusir penjajah saja, namun mengisi kemerdekaan dengan berbagai prestasi di bidangnya masing masing guna mengawal dan menjaga kedaulatan NKRI.
Hingga saat ini, Parmin mengaku masih berjuang demi keluarga dan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes khususnya melalui bidang pertanian.
Yaitu memperjuangkan kedaulatan pangan dengan masih setia menanam tebu di lahan miliknya seluas kurang lebih 15 hektar dan jagung di lahan miliknya seluas kurang lebih 3 hektar.
Bapak 6 anak itu memulai menanam tebu dan jagung sejak tahun 1976 sejak dirinya menjadi Babinsa di Koramil 15 Ketanggungan Kodim Brebes.
Dari usahanya itu dirinya telah berhasil menyekolahkan semua anaknya di bangku sarjana, 3 anak lulus sarjana dan 3 anak lagi masih kuliah.
“Untuk itu saya harap para babinsa selalu ikhlas mendampingi para petani untuk menggarap lahan tidur demi ketahanan pangan daerah dan nasional. Itu karena, suatu bangsa akan tetap kokoh bertahan jika pangannya melimpah,” kata Parmin dikutip dari terkininews.com.
Begitu juga sebaliknya, ia menyebut suatu bangsa akan menginvasi atau menyerang bangsa lainnya jika kekurangan pangan atau merebut sumber daya pangan.
Parmin menambahkan, pangan tidak serta merta memenangkan perang, namun tanpa pangan yang cukup maka moril pasukan akan rendah sehingga akhirnya bisa kalah perang.
Selepas upacara, Dandim Brebes Letkol Infanteri Tentrem Basuki memberikan motivasi kepada jajarannya agar bisa meneladani apa yang telah dilakukan pendahulunya itu.
“Tanpa perjuangan dan pengorbanan veteran seperti Pak Parmin, mungkin kita tidak akan dapat merasakan kemerdekaan, untuk itu marilah kita yang masih aktif berdinas untuk ikut memperjuangkan kedaulatan pangan,” tegas dia.
Dandim juga memberikan gambaran bahwa pada tahun 2045 mendatang, negara-negara di dunia akan mengalami krisis pangan dan krisis sumber daya energi alam yang tak tergantikan akibat dari ledakan populasi penduduk. Hanya negara-negara yang berada di dekat garis khatulistiwa yang memiliki 2 musim saja yang mampu berdaulat pangan sehingga negara-negara itu menjadi incaran negara-negara lainnya.
“Itu merupakan prediksi para ahli. Untuk itu, sebagai bangsa pejuang maka generasi saat ini dan berikutnya harus siap menghadapi situasi itu dengan terus berdaulat pangan,” sambungnya.
Untuk itu, di peringatan HUT RI ke-78 ini, Tentrem Basuki berharap agar momen ini dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan rasa rela berkorban dan pantang menyerah seperti yang para pejuang wariskan. Termasuk menghargai para pahlawan bangsa karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.