Petani Indramayu Belajar Praktek Cara Ukur PH Tanah

Jurnalis Pangannews

Senin, 31 Juli 2023 15:02 WIB

news
Petani Kampung Darim, didampingi oleh fasilitator KRKP dan mahasiswa dari IPB yang sedang melakukan KKN, belajar dan mempraktikkan cara mengukur pH tanah dan unsur kimia tanah di lahan sawah (Witness)

PanganNews.id, Indramayu - Petani dari Kampung Darim, didampingi oleh fasilitator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan mahasiswa dari IPB yang sedang melakukan kuliah kerja nyata (KKN), belajar dan mempraktikkan cara mengukur pH tanah dan unsur kimia tanah di lahan sawah dengan perlakuan biointensif dan konvensional di Kampung Darim, Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Minggu 30 Juli 2023.

Dulfatah, Dimantara Dair, Suradi dan Kasmad (anggota Forum Darim Bersatu atau Forrimber), Ruskiah, didampingi Nisa (fasilitator KRKP) dan Bismar Adiluhung, Rayhan Qolbi, Davinka Chyntia, Rifda Maulida, Laura Virgita, Atillah, dan Mighfarotul Janah (mahasiswa IPB yang sedang kuliah kerja nyata – KKN), praktik mengukur pH tanah dengan peralatan sederhana, di rumah Tarno (anggota Kelompok Tani Kampung Darim).

Nisa menyampaikan kepada petani yang sudah mempraktikkan mengukur pH tanah, diharapkan bisa memahami tanah di sawahnya kelebihan atau kekurangan unsur apa, sehingga bisa ditentukan apa yang harus dikurangi atau ditambah saat pemupukan atau penyemprotan. Petani bisa mempraktikkannya sendiri menggunakan alat pengukur pH tanah.

Hasil yang diketahui setelah menunggu 10 menit, menunjukkan pH tanah lahan sawah dengan perlakuan konvensional netral, tidak asam dan tidak basah. Sedangkan pH lahan sawah dengan perlakuan biointensif agak asam.

Mereka juga mengukur kandungan beberapa unsur penting di dalam tanah. Tanah di lahan dengan perlakuan secara konvensional mengandung unsur nitrogen yang sangat tinggi, unsur phospatnya rendah, dan unsur kaliumnya tinggi. Sedangkan, tanah di lahan dengan pelakuan biointensif mengandung unsur nitrogen yang sedang, phospatnya tinggi, dan unsur kaliumnya tinggi.

Menurut Tarno, pemilik lahan sawah Sekolah Lapang Biointensif  dan konvensional – minggu lalu lahan konvensional baru diberikan pupuk dengan jumlah seperti petani umumnya berikan di lahan sawah. Sedangkan lahan biointensif lebih sedikit pupuknya.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...