Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

MenKopUKM Launching Susu Ikan Pertama di Indonesia, Prodak UMKM Indramayu 

Bagikan
MenKopUKM melauching produk susu ikan (MenKopUKM)
MenKopUKM melauching produk susu ikan (MenKopUKM)

PanganNews.id, Indramayu - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki melaunching produksi susu ikan pertama di Indonesia yang merupakan hasil kemitraan antara Koperasi Nelayan Mina Bahari (Indramayu) dengan PT Berikan Teknologi Indonesia sebagai bagian dari perkuatan program hilirisasi produk berbasis komoditas unggulan daerah.

"Ini sesuai dengan program hilirisasi yang melibatkan pelaku koperasi dan UKM, khususnya sektor perikanan, yang sudah digulirkan pemerintah. Ini 100 persen produk asli Indonesia, karena mampu menguasai sektor hulu hingga hilir," kata Teten, dalam keterangannya, Minggu 20 Agustus 2023. 

"Bahan baku ikan tersedia di pasar lokal, inovasi teknologi buatan sendiri, hingga riset dan penelitian sudah dilakukan sendiri," lanjut dia. 

Menteri Teten akan mendorong Kabupaten Indramayu menjadi miniatur hilirisasi produk perikanan berbasis bahan baku lokal. "Turunan produk perikanan lainnya bisa juga dikembangkan," ucap MenKopUKM.

Selain ikan dan susu ikan, kata MenKopUKM, Indramayu juga dikenal sebagai penghasil rumput laut berkualitas terbaik. Selain itu, tak sedikit  inovasi kelas dunia lahir di Indramayu, khususnya di sektor perikanan.

"Hilirisasi berbasis bahan baku ikan sudah dimulai di Indramayu dengan melibatkan koperasi dan UKM. Ini akan terus kita tingkatkan," ucap Menteri Teten.

Di samping itu, langkah hilirisasi ini bisa juga menjadi substitusi protein hewani dari sapi dan kambing. "Dari mulai ikan segar, produk olahan ikan, dan susu ikan, bisa menjadi substitusi kebutuhan susu nasional yang selama ini masih didominasi produk impor," kata Menteri Teten.

Dengan model bisnis seperti yang sudah terjalin seperti ini, MenKopUKM meyakini hal itu bisa direplikasi di daerah lain. Dimana bahan baku ikan selar bisa diolah hingga memiliki nilai ekonomi yang lebih. Bahkan, produk setengah jadi ikan bisa untuk industri farmasi, makanan ternak, pupuk organik, herbal, dan produk kecantikan.

"Artinya, produk jadi atau setengah jadi dari Berikan Teknologi Indonesia dan Koperasi Mina Bahari ini bisa masuk ke dalam supply chain atau rantai pasok industri, baik dalam dan luar negeri," ucap Menteri Teten.

Penulis: Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal