Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Cerita Mantan Pemain Timnas Habib Arif Fadhila, Banting Setir ke Dunia Budidaya Ikan

Bagikan
BANTING SETIR : Sosok mantan pemain Timnas Indonesia Habib Arif Fadhila yang kini mengelola budidaya ikan (Youtube Capcapung)
BANTING SETIR : Sosok mantan pemain Timnas Indonesia Habib Arif Fadhila yang kini mengelola budidaya ikan (Youtube Capcapung)

PanganNews.id, Yogyakarta- Habib Arif Fadhila, mantan pemain Timnas Indonesia U-16, telah mengambil langkah mengejutkan dengan banting setir dari dunia sepakbola ke dunia budidaya ikan.

Keputusan ini memikat perhatian banyak orang karena di usia muda, Habib Arif telah mengorbankan karier sepakbolanya untuk tekun menggeluti usaha budidaya ikan.

Habib Arif Fadhila adalah pemain tengah yang pernah bermain dalam ajang AFF U-16 Championship di Myanmar pada tahun 2013, di mana ia dan timnya berhasil mencapai posisi runner-up setelah menghadapi Malaysia dalam adu penalti di partai final.

Namun, alih-alih melanjutkan kariernya dalam dunia sepakbola, Habib Arif memutuskan untuk berpindah haluan menjadi seorang peternak ikan. Keputusan ini diambil ketika pandemi mulai melanda. Untuk menjaga penghasilannya, Habib melakukan segala yang ia bisa di rumah, termasuk memulai budidaya ikan.

Habib mengakui bahwa ia memulai usaha ini hanya dengan modal nekat, tanpa pengetahuan yang cukup. Namun, dengan konsultasi dan berdiskusi dengan teman-teman serta pembudidaya lainnya, ia perlahan-lahan menjadi ahli dalam mengelola budidaya ikan.

"Jadi awal mula karena pandemi sebenarnya itu mas. Begitu liga nggak jalan, saya mencoba untuk berinovasi terjun di dunia perikanan," ujar Habib Arif Fadhila saat dikutip dari channel youtube capcapung, Kamis 28 September 2023.

"Dulu modalnya cuma modal nekat. Arti modal nekat, saya nggak tahu apa-apa," jelasnya.

Habib memilih untuk melakukan budidaya ikan di sungai yang terletak di tempat tinggalnya, yaitu Dusun Kadipiro, Kelurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dalam prosesnya, Habib membuat keramba di sungai untuk menampung ikan, yang memungkinkan ikan tumbuh lebih cepat dan memiliki rasa yang lebih nikmat dibandingkan dengan ikan dari kolam.

Seperti kebanyakan pebisnis, di awal perjalanan usahanya, Habib Arif sering mengalami kerugian. Namun, seiring berjalannya waktu, Habib mulai memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Ini membuat usaha budidaya ikan miliknya semakin dikenal dan mendapatkan banyak pembeli.

"Awal mula saya jualan rugi mas. Rugi pun nggak sedikit. Jadi dulu itu awal mula kalau mau menjual ikan 10 kilo aja lama. Cuma lambat laun karena sekarang kan eranya sosial media. Saya mengandalkan itu, orang banyak yang tahu," sambungnya.

"Kalau di Dusun Kadipiro kan ada pasar ikan. Nah, dengan berjalannya waktu, alhamdulillah sekarang per hari bisa keluar 5 kwintal untuk ikan ada lele, gurame, nila, dan bawal," jelas Habib Arif Fadhila.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: Ryan Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal