Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Para Kades Diminta Alokasikan Dana Desa buat Sektor Pertanian

Bagikan
Irjen Kementerian Pertanian (Kementan) Jan S Maringka memotivasi para kepala desa di seluruh Indonesia (ktanasional.co)
Irjen Kementerian Pertanian (Kementan) Jan S Maringka memotivasi para kepala desa di seluruh Indonesia (ktanasional.co)

PanganNews.id, Ngawi - Irjen Kementerian Pertanian (Kementan) Jan S Maringka memotivasi para kepala desa di seluruh Indonesia untuk mengalokasikan minimal 20 persen dari dana desa untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pertanian, terutama dalam menghadapi ancaman El Nino.

Jan S Maringka mengingatkan para kepala desa tentang Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201 Tahun 2022 yang secara khusus mengatur pengelolaan dana desa. Peraturan tersebut mewajibkan kepala desa untuk mengalokasikan setidaknya 20 persen dari anggaran dana desa ke sektor pertanian.

Hal ini mencerminkan komitmen yang kuat dari semua tingkatan pemerintahan untuk mendukung pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam perekonomian nasional.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan juga para kepala desa memiliki komitmen yang sama untuk mendukung sektor pertanian," kata Jan S Maringka.

Sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian menjadi sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan seperti El Nino.

Dengan alokasi dana yang tepat, desa-desa di seluruh Indonesia dapat membangun embung-embung desa yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Dapat dibayangkan bila seluruh desa-desa di Indonesia, yang berjumlah sekitar 70.000 desa, membangun embung-embung desa. Embung desa ini akan menjadi lumbung desa yang akan menjaga ketahanan pangan Indonesia. Ini adalah pesan penting yang harus dipahami dan diwujudkan bersama," tambahnya.

Selain kepala desa, TNI/Polri dan kejaksaan juga berperan aktif dalam mengawal sektor pertanian ke depan.

Jan S Maringka juga mengimbau masyarakat umum, serta warga dari berbagai latar belakang agama, untuk bersama-sama terlibat dalam pengelolaan sektor pertanian. Kolaborasi ini dianggap penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

"Sinergi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk warga gereja dan masjid, dalam mengelola sektor pertanian adalah bukti bahwa dengan kebersamaan, kita bisa menjaga sektor pertanian Indonesia," tandasnya.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal