PanganNews.id, Sukabumi - Petani yang tergabung dalam kelompok petani (Poktan) Jampang Manggung dari Kampung Cikontrang Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, berhasil mencapai pencapaian gemilang dalam produksi minyak atsiri.
Mereka telah berhasil memproduksi sekitar 50 kilogram minyak atsiri dari tanaman sejenis lengkuas yang dikenal sebagai "laja gowah."
Ketua Poktan Jampang Manggung, Andri Keling (40 tahun), menjelaskan, laja gowah ini tumbuh dengan sendirinya di lahan Perhutani, maupun di leweng-leweng (hutan).
Awalnya, kelompok ini menjual rimpang laja gowah kering, namun hampir 9 bulan yang lalu, mereka memutuskan untuk mencoba mengolah tanaman rempah tersebut menjadi bahan baku minyak atsiri.
"Proses pengolahan dilakukan melalui penyulingan dengan menggunakan alat berkapasitas 30 kilogram. Untuk bahan baku laja gowah ini sendiri diperoleh dari warga yang mengambilnya di hutan dengan harga Rp1.500 per kilogram," kata Andri Keling, 12 Oktober 2023.
"Dari hasil pengolahan, kami menjualnya ke pabrik yang ada di Jakarta. Rata-rata produksi kami sesuai dengan Pesanan Pembelian (PO) per bulan sekitar 50 kilogram, dengan harga bervariasi tergantung kualitas, berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta per kilogram. Setiap penjualan dilakukan pengecekan kualitas melalui lab," jelasnya.
Andri juga menambahkan bahwa mereka memiliki potensi untuk memproduksi lebih banyak, tetapi kendalanya terletak pada peralatan yang mereka gunakan. Oleh karena itu, mereka menggunakan alat penyulingan berukuran kecil.
"Prosesnya memakan waktu yang cukup lama, mulai dari kupas, hammer mill, pengeringan selama 12 hari hingga kadar air mencapai 25 persen, lalu penyulingan selama 20 jam hingga habis minyak yang terkandung dalam bahan baku. Sebenarnya ini memiliki potensi besar, jika ada kapasitas penyulingan yang lebih besar dan investasi dari pihak mana pun, untuk pengembangan produksi minyak laja gowah," tandas Andri.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.