Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

DPR RI : Program Insentif Petani Penting untuk Kemandirian Pangan

Bagikan
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan saat rakor dengan Kementerian Pertanian (DPR RI)
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan saat rakor dengan Kementerian Pertanian (DPR RI)

PanganNews.id, Jakarta -  Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyatakan pentingnya program insentif bagi petani untuk mengembalikan kemandirian pangan.

Terutama dengan adanya El Nino yang berdampak pada petani mengalami gagal panen. Sehingga, program insentif penting agar segera mengembalikan kekurangan pangan.

“Usulan yang sedang kita bahas ini sesuatu hal yang sangat baik ya, tetapi intinya adalah bahwa dampak El Nino itu cukup besar. Pertama banyak sekali petani yang gagal panen, nah biasanya petani kita kalau udah gagal panen udah babak belur," kata Daniel dalam Rapat Kerja Komisi IV, Jumat 17 November 2023.

Menurut dia, mereka tidak punya modal untuk mengembalikan (modal) juga susah.

"Sehingga ketahanan pangan kita (menjadi) semakin rawan, ya jumlah impor semakin tinggi,” kata dia. 

“Banyak sekali petani yang gagal panen karena El Nino. Kalau sudah gagal panen, mengembalikan modal juga susah. Sehingga ketahanan pangan semakin rawan, impor semakin tinggi," imbuh Daniel.

Politisi Fraksi PKB itu menilai perlu ekstra keras kerja keras untuk dapat mengembalikan kemandirian pangan sehingga ketergantungan impor semakin berkurang.

Untuk perubahan tersebut, menurutnya kedepan program insentif kepada petani itu menjadi penting.

 “Ya insentif yang lengkap, sehingga khususnya di pangan ya, di padi, baik dari pupuk, dari bibit, dari pengolahan. Sehingga kita bikin segera mengembalikan kekurangan pangan,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti adanya laporan mengenai dicoretnya program pertanian Pemberdayaan Petani dan Pedesaan (P2L). Dirinya menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya di lapangan program tersebut cukup efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang kedua adalah kita berharap (kehadiran) menteri itu justru menambah berkah kita semua jangan malah mengurangi. Karena saya dapat laporan P2L malah dicoret yang tersisa, mohon dikembalikan Pak Menteri (soal) P2L. Karena itu fakta di lapangan adalah KWT (Kelompok Wanita Tani) ibu-ibu itu sangat produktif, mengurangi tingkat kemiskinan. Ya mereka itu benar-benar sebagai penggerak di desa,” tuturnya. 

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal