PanganNews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa upah riil petani di Indonesia cenderung menunjukkan tren yang menurun.
"Mengenai upah riil buruh tani, ini cenderung melemah. Kalau upah nominal memang menunjukkan peningkatan,” jelas Plt ketua BPS Amalia Adininggar dalam pemaparannya dalam Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023, Senin 4 Desember 2023.
Ia menyebut, upah nominal sendiri tidak bisa menggambarkan secara persis mengenai kesejahteraan petani.
Adapun dalam laporannya, ia menyebutkan upah nominal saat ini naik 0,23% dibandingkan tahun 2022, yakni di level 59,226. Sedangkan upah riil turun 0,73% dibanding tahun lalu di level 51,453.
Diketahui, upah nominal sendiri adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.
Sedangkan upah riil menggambarkan daya beli dari pendapatan atau upah yang diterima buruh.
Lebih lanjut, berdasarkan rilis data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) November 2023 sebesar 116,73 poin atau naik 0,95 poin (0,82%) dibanding bulan Oktober 2023 yang ada di level 115,78 poin.
Kenaikan ini terjadi karena Indeks yang Diterima Petani (It) naik sebesar ,42% atau lebih tinggi ketimbang kenaikan Indeks yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,59%.
Berkaitan dengan kenaikan NTP namun terjadi penurunan upah riil buruh tani, Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menilai, NTP hanyalah sebagai salah satu ukuran kesejahteraan petani.
“NTP itu salah satu ukuran saja, tapi tidak langsung menunjukkan kesejahteraan petani. Salah satu indikator saja,” jelas Atqo.
Ia menjelaskan, jika keluarga petani hanya mengandalkan kesejahteraan pada pertanian atau mengandalkan pemasukan keluarga melalui kegiatan bertani, maka kesejahteraan petani tersebut hanya bersumber dari NTP.
Namun jika sumber pemasukan berasal dari kegiatan atau profesi lain, maka NTP hanya salah satu indikator penentu kesejahteraan keluarga tani.
“Kan gak mungkin NTP naik, tapi kesejahteraannya turun. Tapi NTP naik bisa jadi bukan hanya dari faktor pertaniannya. Tapi ada korelasinya ada hubungannya, bisa digunakan tapi tidak hanya satu-satunya indikator,” ucap Atqo.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.