PanganNews.id Majalengka, - Melalui program Matching Fund/Kedaireka yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, tim dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bekerja sama dengan PT Tanigo Indonesia Sejahtera mengembangkan komoditas tanaman talas beneng di Kabupaten Majalengka yang disentrakan di Desa Maniis, Kecamatan Cingambul.
Program dengan judul “Penerapan Pertanian 4.0 dan Indistri Rumah Tangga Berbasis Komoditas Talas Beneng di Majalengka untuk Meningkatkan Pemenuhan Pasar Lokal dan Ekspor” didasari kebutuhan mitra industri (PT Tanigo) yang memiliki keterbatasan memenuhi permintaan pasar ekspor atas komoditas daun talas beneng.
Daun talas beneng merupakan komoditas substitusi tembakau dalam rokok. Produksi yang selama ini masih banyak bergantung dari wilayah Banten perlu disupport dari wilayah yang lain.
Tanaman talas beneng di Majalengka sendiri sudah lama dikenal, sayangnya selama ini hanya dianggap sebagai tanaman liar dan tidak dibudidayakan. Sementara masyarakat di Desa Maniis memiliki banyak lahan yang kosong dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Program yang dimulai sejak awal tahun 2023 ini telah berhasil menginisiasi komunitas petani talas beneng Majalengka dan membentuk kelompok tani Agrimaniis yang secara legal telah terdaftar pada sistem penyuluhan pertanian.
Selain dari sisi pengembangan kelembagaan kelompok tani, juga dikembangkan sentra pembibitan talas beneng yang saat ini sudah mencapai 30.000 bibit. Rencananya kedepan bisa ditargetkan akan berkembang menjadi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dengan komoditas unggulas talas beneng.
Untuk mendukung proses produksi yang sesuai standar pasar internasional, juga diintroduksikan: (1) mesin oven pengering semi otomatis sehingga pengeringan daun talas bisa dilakukan sepanjang musim, (2) pengering semi moduler, (3) riset pemanfaatan umbi talas bebas asam oksalat, (4) IoT detektor kesuburan tanah, (5) pemanfaatan tulang daun menjadi pelet pakan ikan dan pupuk organik, serta (6) digitalisasi potensi pertanian pedesaan di lokasi setempat.
Dalam rangka pengembangan program yang berkelanjutan juga sudah diadakan diskusi terpumpun (FGD) bersama Pemerintah Desa Maniis, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP Cingambul), Fakultas Pertanian Universitas Majalengka, BAPPEDA, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan, serta Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K).
Selain itu juga implementasi program didukung dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang mahasiswa, serta riset skripsi yang dipayungi kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Harapannya dengan semakin banyak stakeholder yang berpartisipasi bisa meningkatkan peluang keberlajutan kegiatan yang selama ini telah berjalan. Direncanakan pada periode Januari-Februari 2024 akan dilaksanakan kembali KKN UNS di Desa Maniis Majalengka. (*/Adv)
Eksa Rusdiyana, S.P., M.Sc
HP 085642141372


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.