PanganNews.id, Bogor - Universitas Pakuan (Unpak) Bogor memperkenalkan alat pendeteksi kandungan nutrisi tanah kepada para petani jambu kristal di Desa Bantarsari, Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Alat yang disosialisasikan oleh Tim Dosen Sekolah Vokasi dan Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpak ini memberikan informasi akurat mengenai kesehatan tanah dan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman jambu kristal.
Ketua Tim Dosen Sekolah Vokasi dan Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Ema Kurnia menyebut, kegiatan itu merupakan bagian dari Program Hibah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpak Bogor.
Ema mengatakan, program edukasi inovatif yang dilakukan bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada petani jambu kristal di Desa Bantarsari untuk meningkatkan hasil pertanian dan keberlanjutan lingkungan.
Alat pendeteksi kandungan nutrisi tanah dirancang khusus untuk kebutuhan petani jambu kristal.
Para petani diajak untuk terlibat langsung dalam demonstrasi penggunaan alat, sehingga mereka dapat memahami secara praktis manfaat dan cara pengoperasian alat tersebut.
"Dengan adanya alat pendeteksi kandungan nutrisi tanah ini, para petani dapat lebih efektif dalam mengelola pemupukan dan perawatan tanah. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas dan hasil panen jambu kristal mereka," kata Ema Kurnia, Rabu 27 Desember 2023.
Selain memberikan edukasi tentang penggunaan alat, program ini juga mencakup pelatihan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
"Petani didorong untuk menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan demi menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut," papar dia.
Menurut Ema, keterlibatan dosen Unpak Bogor dalam mengedukasi para petani jambu kristal di Desa Bantarsari merupakan langkah nyata menuju pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
"Melalui inovasi dan edukasi, diharapkan petani dapat mengoptimalkan hasil pertaniannya sambil tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan," jelasnya.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.