Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Peduli Masyarakat, IPB Bantu UMKM dan Upayakan Program Cegah Stunting

Bagikan
Tim Dosen Mengabdi Inovasi IPB University bersama para pelaku UMKM sedang membuat cake kukus dan yoghurt rasa rempah dan kacang hijau (Dok: IPB University)
Tim Dosen Mengabdi Inovasi IPB University bersama para pelaku UMKM sedang membuat cake kukus dan yoghurt rasa rempah dan kacang hijau (Dok: IPB University)

PanganNews.id, Bogor- Tim Dosen Mengabdi Inovasi IPB University memperkuat upaya pencegahan stunting sambil memberikan dukungan nyata kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Profesor Sedarnawati Yasni dan Dr. Tetty Kemala, dosen IPB University meluncurkan inisiatif berupa pengembangan produk UMKM dengan sentuhan khusus pada kesehatan anak-anak.

Mereka memperkenalkan cake kukus dan yoghurt rasa rempah dan kacang hijau sebagai solusi inovatif dalam pencegahan stunting.

Melalui kemitraan dengan UKM Mande Bagarak, yang didukung oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM serta Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Payakumbuh, IPB University membawa konsep baru.

Yoghurt rasa rempah yang sebelumnya dikembangkan di UKM Mande Bagarak, kini menjadi bahan dasar utama dalam pembuatan cake kukus, menjadi alternatif nutrisi tinggi yang diharapkan dapat mengurangi angka stunting.

“Kelebihan cake kukus adalah kemudahannya dalam pembuatan dan bahan-bahannya yang umumnya tersedia di rumah tangga. Dengan bahan dasar yoghurt, rempah, dan kacang hijau, produk ini diharapkan tidak hanya lezat tetapi juga efektif sebagai pencegahan stunting,” ungkap Profesor Sedarnawati, Senin 15 Januari 2024.

Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan potensi lokal seperti singkong dan kacang hijau, serta pengembangan produk yoghurt sebagai makanan halal yang baik untuk kesehatan anak-anak.

Dalam upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesehatan dan nutrisi anak-anak, program ini secara tidak langsung juga mendukung UMKM di wilayah tersebut.

Tim Dosen Mengabdi Inovasi memberikan pelatihan praktik pembuatan cake kukus kepada peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM lokal.

Dr. Tetty Kemala yang mendampingi praktik pembuatan cake kukus, menekankan pentingnya penggunaan produk halal dalam proses produksi.

“Kita perlu memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan memiliki status kehalalan, dapat dilihat dari logo halal atau di website halalmui.org,” tegasnya.

Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal