PanganNews.id, Jombang - Musim tanam yang telah tiba membawa berkah bagi perajin alat pertanian di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Di antara mereka adalah M Gufron, seorang pande besi berbakat dari Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
"Dalam beberapa pekan terakhir, pesanan alat pertanian yang saya terima meningkat drastis," ungkap Gufron dengan senyum di wajahnya, Kamis 22 Februari 2024 kemarin.
Menurut Gufron, pesanan untuk alat pertanian seperti cangkul dan sabit melonjak hingga 30 persen.
"Alhamdulillah ada peningkatan sekitar 30 persen per hari," tambahnya.
Meskipun jumlah pesanan meningkat, Gufron bersyukur masih mampu memenuhi permintaan dengan baik.
"Saya bisa melayani hingga tujuh buah alat pertanian setiap harinya, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya empat buah," katanya.
Namun, Gufron juga mengakui bahwa keterbatasan alat dan pekerja membuatnya belum bisa memproduksi dalam jumlah besar.
"Hanya dengan bantuan satu orang, saya belum bisa memproduksi dalam skala besar. Tapi kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Dengan pengalaman 20 tahun di dunia usaha pande besi, Gufron telah mahir membuat beragam peralatan pertanian, mulai dari sabit, cangkul, pisau, hingga golok.
"Saya menggunakan berbagai bahan seperti besi, baja, dan roda gila sesuai pesanan," paparnya.
Meski begitu, Gufron tetap mempertahankan metode produksi tradisional.
"Saya tetap menggunakan cara tradisional dalam memproduksi alat pertanian ini," tambahnya.
Terkait harga, Gufron menawarkan harga yang terjangkau bagi pelanggannya. Sebagai contoh, pisau dapur ukuran 15 cm dijual seharga Rp25 ribu, sementara ukuran 20 cm Rp30 ribu, dan ukuran 30 cm Rp40 ribu.
"Harga pisau untuk menguliti daging sekitar Rp30 ribu, sementara untuk menyembelih berkisar antara Rp120 hingga Rp150 ribu per buah," tutupnya.
Menurut Gufron, kepuasan pelanggan adalah prioritas utama dalam menjalankan usahanya.
Penulis : Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.