PanganNews.id, Bandung - Telkom University telah berhasil menciptakan alat canggih baru yang dinamakan 'Si Soil', dengan tujuan untuk memudahkan kerja petani dalam mengembangkan tanaman mereka.
Inovasi ini, yang didukung langsung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), merupakan hasil riset Telkom yang dipimpin oleh Rektor Adiwijaya.
"Ini Si Soil, sistem informasi Soil, jadi untuk bagaimana alat pendeteksi unsur hara dan kondisi air di dalam tanah. Terutama digunakannya saat ujilab untuk tanaman kedelai. Lebih luas lagi kami ingin ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian," ujar Adiwijaya, beberapa waktu lalu.
Dengan biaya pembuatan sekitar Rp 4,4 miliar, alat ini telah berhasil diselesaikan setelah tiga tahun dalam pengembangan.
Menurut Adiwijaya, alat tersebut merupakan salah satu kontribusi positif Telkom University dalam mendukung ketahanan pangan yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo.
"Ini salah satu alat, meskipun kita tidak memiliki jurusan pertanian, tapi ini adalah salah satu kontribusi positif dari Telkom University yang didukung LPDP dan diterapkan langsung di masyarakat di Kabupaten Karang Anyar," katanya.
Kemudahan dalam Penggunaan dan Manfaat Ekonomis
Ketua Tim peneliti, Doan Perdana, menjelaskan bahwa 'Si Soil' memiliki bentuk yang portable, memungkinkan petani untuk dengan mudah menancapkannya ke dalam tanah.
Alat tersebut mampu memberikan informasi secara real-time tentang kandungan unsur hara, pH, dan kelembaban tanah dalam waktu kurang dari 1 menit.
"Kemudian akan memberikan informasi selama 30 detik, jadi kurang dari 1 menit. Itu sudah memberikan informasi secara realtime kandungan unsur hara, NPK, PH dan kelembaban tanah," kata Doan.
Alat ini tidak hanya memberikan informasi tentang kondisi tanah, tetapi juga memberikan rekomendasi pemupukan secara real-time, memungkinkan pemupukan yang lebih terjadwal dan efisien.
"Kami mengembangkan inovasi, ini bisa secara realtime mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Bisa ditindaklanjuti," tuturnya.
Dalam pengujian terhadap siklus tanaman kedelai, 'Si Soil' telah membuktikan peningkatan produktivitas tanaman hingga 30 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa alat ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi petani dalam pengelolaan tanah, tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan hasil panen secara signifikan.
"Artinya dengan menggunakan alat ini dan tanpa alat ini sudah diuji peningkatan produktivitas tanamannya sendiri. Kemudian efisiensi dari pemupukannya sendiri. Jadi saat ini problem di petani pupuk makin mahal, meskipun ada pupuk subsidi dan organik. Petani itu melihat ini ada efisiensi pemberian pupuk," pungkasnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.