Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Daun Azolla dan Limbah Tepung Ayam Goreng Jadi Solusi Atasi Harga Pakan Mahal

Bagikan
Astutik, seorang peternak di Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun (istimewa)
Astutik, seorang peternak di Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun (istimewa)

PanganNews.id, Madiun- Astutik, seorang peternak di Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun, telah menemukan solusi kreatif untuk mengatasi mahalnya harga pakan ayam KUB.

Dengan memanfaatkan daun azolla yang tumbuh subur di kolam dan limbah tepung ayam goreng, dia berhasil meningkatkan cuan dari usahanya.

"Ini bahan pakan utama, yang menjadi alternatif pengganti pakan pabrikan biasanya untuk ayam," kata Astutik, perempuan berusia 45 tahun tersebut, Jumat 8 Maret 2024.

Awalnya, Astutik mencoba membudidayakan maggot untuk pakan ternak, namun kemudian beralih menggunakan pakan alternatif organik untuk budidaya ayam petelur dan ayam KUB-nya. 

"Pakan organik dinilai lebih murah dan kualitasnya tak kalah dibanding pakan konsentrat buatan pabrik yang harganya mahal," tambahnya.

Astutik menjelaskan bahwa campuran pakan yang dia gunakan terdiri dari 25% azolla, 50% limbah tepung ayam goreng krispi, dan 25% bekatul ditambah pur. 

"Perbandingannya untuk sekali makan sebanyak 3 kilogram," ungkapnya.

Selain lebih ekonomis, pakan alternatif yang digunakan oleh Astutik juga memberikan manfaat tambahan bagi kualitas kotoran ternaknya.

"Kotoran yang dihasilkan ternak jauh lebih baik karena tidak terlalu bau dibanding pakan biasa," ujarnya.

Astutik juga menekankan bahwa penggunaan pakan alternatif tidak mempengaruhi kualitas daging atau telur yang dihasilkan, bahkan justru memberikan rasa yang lebih gurih.

"Karena pakan alternatif nutrisinya tidak kalah dengan pabrik, bahkan tepung itu proteinnya tinggi. Jadi bagus untuk ternak," katanya.

Meski baru merintis usaha ini selama hampir dua tahun, Astutik melaporkan bahwa keuntungan yang dihasilkan cukup menggiurkan.

Ia juga menggunakan media sosial untuk memasarkan produknya. 

"Keuntungannya lumayan, dari belum punya mesin penetas dan kandang seadanya, kini sudah punya mesin dan kandang lebih besar," tutup dia.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal