Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kebutuhan Makan Siang Gratis

Bagikan
M. Chairul Arifin. Purnabakti Kementan, Alumni Unair. (Foto: Dok. M. Chairul Arifin)
M. Chairul Arifin. Purnabakti Kementan, Alumni Unair. (Foto: Dok. M. Chairul Arifin)

PanganNews.id Jakarta, - Oleh M. Chairul Arifin. Purnabakti Kementan, Alumni Unair.

Dalam.Rapst Paripurna Kabinet, tanggal 26 Pebruari 2024 yang lalu di pimpin oleh Presiden Joko Widodo, telah mulai dibahas rencana program makan siang gratis. Rencana ini merupakan program prioritas dari calon capres cawapres yang diunggulkan dalam jajak pendapat. dari berbagai lembaga survei yaitu Prabowo dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka

Berikut ini hasil hitungan yang saya olah berdasarkan pertimbangan tehnis semata tentang rencana tersebut yang menyangkut kemungkinan untuk di realisasikan. Data bersumberkan dari TKN Prabowo-Gibran, BKKBN, Kemenkes dan dari data pengalaman empiris tehnis lapangan. 

 Sasaran

4,8 ibu hamil, balita 20,3 juta anak, TK 7,7 juta anak SD 28 juta siswa.. dan SMP 12,5 juta siswa (Kemenkes dan BKKBN) 

Kebutuhan bahan pangan

Beras 6,7 juta ton, daging unggas 1,2 juta ton, daging sapi 0,5 juta ton, susu 4 juta pkilo liter, ikan 10 juta ton (Tim TKN Prabowo--Gibran) 

Konversi.ke ternak hidup

a. Memakai angka parameter usia siap potong unggas 35 hari, sapi 3 tahun, dengan berat hidup unggas 1,5 kg, sapi 400 kg dan persentase berat karkas unggas 80 persen dari berat hidup, persentase karkas sapi 51 persen dari berat hidup. Susu dengan mempertimbangkan produktivitas susu tata-rata 3.300 liter per tahun. 

b. Mengalikan persentase karkas dengan berat hidupnya masing-masing sehingga diperoleh karkas setiap ekor ternak yaitu untuk unggas 80 persen x 1,5 kg = 1,2 kg: sapi 51 persen x 400 kg = 204 kg. 

c. Ternak hidup yang diperlukan dengan membagi kebutuhan totalnya dengan berat karkas per ekor. Unggas 1,2 juta ton : 1,2 kg =1 millyar ekor ayam broiler tambahan yang dipotong. Sapi 0,5 juta ton : 204 kg = 2.450..980 ekor ternak sapi. Susu 4 juta kilo liter : 3.300 liter = 1.212.121 ekor sapi perah selama 6 tahun masa produktif laktasinya 305 hari per tahun. 

Kondisi eksisting

a. Saat ini populasi dan produksi ternak dan hasil ternak baik daging unggas, daging sepi dan susu masih impor. 

I. . Produk perunggasan baik telur dan dagingnya sementara ini telah dapat memenuhi permintaan. Bahkan terjadi surplus. 

Ii..Di tahun 2023 produksi daging 3,7 juta ton dan kebutuhan 3,5 juta ton sehingga surplus 0,2 juta ton..

Iii. Akan tetapi kebutuhan bibit untuk menghasilkan produki masih impor dalam bentuk Grand Parent Stok (GPS) dan. Parent Stok (FS) 

e.. Indonesia hanya bisa memperbanyak Final Stock ( FS).

2 Daging sapi produksi domestik baru mencapai 448.433 ton atau 54 persen dari kebutuhan sebesar 816.561 ton. Impor dalam bentuk sapi bakalan yang digemukkan di dalam negeri dan dalam bentuk daging sapi atau kerbau. 

3 Susu, sebagian besar impor dalam bentuk bahan baku..Produksi susu.sapi perah rakyat dalam bentuk segar hanya mampu berkontribusi 968.960 ton atau 22 persen dari kebutuhan sebesar 4,4 juta kilo. liter. 

4 Defisit neraca perdagangan komoditi peternakan dan kesehatan hewan Rp 83 Trilyun. (2023) 

4. Dampak

a. Dampak positif, 

I. Dalam jangka panjang mengurangi stunting dan menyehatkan ibu hamil sehingga mencegah kematian ibu yang melahirkan dan kelahiran dengan bayi berat badan rendah.

Ii. Dampak pada. Pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. 

a. Menjadi peluang besar bagi untuk mengoptimalkan potensi plasma nutfah dalam negeri yang selama ini terabaikan. 

b. Program perbibitan dan kesehatan hewan dapat ditingkatkan dengan memperkuat infrastruktur pelayanan bibit dan Pusat Kesehatan Hewan. 

Implementasi

1. Segera direncanakan dalam RKP dan RAPBN tahun 2025

2. Dilakukan bertahap sesuai prioritas target sasaran dan tuntas pada tahun 2029 dengan Indikator. Kinerja yang terukur. 

Alternatif pembiayaan

1. Dari APBN sebagai prime movers

2. Dana pungutan (Levy) impor pangan

3. Kerjasama luar Negeri

4. Dana CSR dari perusahaan. 

Demikian pokok-pokok pikiran yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam meng implementasi kan program maksn siang gratis

Kota Depok, Maret 2024

M. Chairul Arifin, Purnabakti Kementan Alumni Unair

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal