PanganNews.id, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), mengimbau masyarakat memanfaatkan Pojok Uji Keamanan Pangan yang berada di pasar tradisional maupun modern untuk memastikan pangan yang dibeli tidak mengandung zat berbahaya.
"Gunakan Pojok Uji Keamanan Pangan untuk memastikan pangan yang dibeli dalam kondisi layak konsumsi dan tak ada kandungan zat berbahaya," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun, Rabu 13 Maret 2024.
Tak hanya bagi masyarakat sebagai pembeli, tetapi pedagang selaku penjual pun bisa menggunakan layanan tersebut sehingga pangan yang dijual dalam kondisi terjamin keamanannya.
DKP Kota Tangerang, lanjut Muhdorun, pada 4-6 Maret 2024 telah melakukan pengujian 206 sampel produk pangan, pertanian, peternakan, perikanan dan pangan olahan di sejumlah pasar tradisional.
Hasilnya, DKP Kota Tangerang mendapatkan 94,17 persen produk pangan yang telah diuji dinyatakan aman atau tidak mengandung zat kimia berbahaya.
"Kami tetap mengimbau masyarakat selaku konsumen untuk terus meningkatkan kewaspadaan sebelum membeli produk pangan,” kata dia.
Sementara itu Pojok Uji Keamanan Pangan merupakan layanan inovatif yang dihadirkan untuk memberikan jaminan kualitas pangan di Kota Tangerang.
Pojok Uji Keamanan Pangan Segar bisa diakses secara langsung di 21 titik lokasi yang telah ditentukan, meliputi pasar tradisional dan supermarket di antaranya Pasar Anyar, Pasar Malabar, Pasar Ramadani, Pasar Laris Cibodas, Pasar Cibodas, Pasar Jatake, Pasar Poris Indah.
Selain itu Pasar Gerendeng, Pasar Bandeng, Pasar Bengkok, Pasar Baru Ciledug, Pasar Saraswati, Pasar Duta Garden, Pasar Kebon Besar Batuceper, Fresh Market Green Lake City, Sabar Subur Tangerang, Lion Superindo Gondrong, Lulu Hypermart Cibodas, GS The Fresh Supermarket Cipondoh, Modern Town Market dan Modern Banjar Wijaya.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.