Rabu, 24 April 2024 17:04 WIB
PanganNews.id, Sukabumi - Panas terik Matahari menyapa dengan hangat saat ribuan pohon pisang cavendish berbuah lebat di lahan seluas 320 hektar di Kampung Lio, Desa Sirnajaya, Kabupaten Sukabumi.
Hasil dari kerja keras kelompok tani penerima manfaat lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), yang dipandu oleh Kementrian Agraria Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) dan Great Giant Food (GGF).
"Setiap hari kita ada bimbingan, di awal kita memang sempat mengalami kegagalan panen hampir ga masuk ke pasaran, setelah kita dibantu pihak GGF (Perusahaan) alhamdulillah kita mendapatkan kualitas lebih bagus," ujar Umar Wirahadikusumah (34), salah satu petani binaan.
Program perkebunan pisang cavendish ini bukan hanya sekadar panen, tapi juga sebuah harapan bagi petani lokal.
"Ini penting bagi masyarakat, sehingga nanti ketika dia sudah memproduksi seperti itu, pendapatan naik dan berikutnya aset bisa mengikuti," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria Kementrian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan.
Dari tanaman yang belum terdaftar, kini meluas menjadi ladang produktif yang memberi harapan baru.
"Kalau masalah pengurusan nggak susah, tahap awal dari pertama kali penanaman sampai panen itu kita membutuhkan waktu 1 tahun, tapi dari tanam sampai berbuah itu sekitar 7 bulan, di tahun ke 2 itu bisa 2 kali panen," ujar Umar, menyoroti perubahan besar dalam penghasilan, dari Rp500-700 ribu menjadi Rp2-2,5 juta per bulan.
Inilah perubahan nyata yang tidak hanya menciptakan buah, tapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
Sabtu, 09 Mei 2026 08:43 WIB
Jumat, 08 Mei 2026 13:42 WIB
Jumat, 08 Mei 2026 10:21 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...