Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Separuh Warga Jabodetabek Dilanda Kesepian

Bagikan
Separuh Warga Jabodetabek Dilanda Kesepian. (Foto: M. Chairul Arifin, Purnabakti Kementan, Alumni Unair)
Separuh Warga Jabodetabek Dilanda Kesepian. (Foto: M. Chairul Arifin, Purnabakti Kementan, Alumni Unair)

PanganNews.id Depok, - Oleh: M. Chairul Arifin, Purnabakti Kementan, Alumni Unair.

Kita cukup terkejut mendengar Hasil Penelitian HCC (Heath Collaborative Center) suatu organisasi non profit dibidang kesehatan komunitas yang menyebutkan bahwa 50 persen warga Jabodetabek mengalami kesepian derajat sedang dan tinggi. Pikiran saya tentu tertuju kepada para lansia, warga senior yang telah terlupakan dari pergaulan lingkungan

Melanda semua golongan

Tetapi ternyata tidak, menurut hasil penelitian tersebut kesepian melanda semua golongan umur, jender dan tingkat pendidikan. Terbukti bahwa pada golongan umur produktif pun 46,7 persen dilanda kesepian, 52 persen pada perempuan dan 56 persen para perantau ditemui kesepian. 

Penelitian menggunakan metode UCLA Lonelyess dengan derajat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,3 persen. 

Masalah kesepian tidak saja di Indonesia, tetapi sudah menjadi keprihatinan di tingkat global. WHO, misalnya mencatat bahwa satu dari empat orang didunia mengalami kesepian. Orang yang kesepian ini dapat memicur terjadinya penyakit cardio vasculer dan demensia. Menurut WHO kesepian itu setara, dengan mengisap 15 batang rokok sehari. 

Penelitian lainnya yakni dari University Northwestern (2024) yang d publikasikan di Jurnal Psychological Science menggambarkan kesepian di usia dewasa itu seperti huruf U. Lebih tinggi diketemukan pada masa dewasa muda dan dewasa tua . Dewasa pertengahan tingkat kesepiannya rendah. Dengan perkataan lain rasa kesepian meningkat seiring bertambahnya usia. 

Berbagai penyebab kesepian khususnya warga Jabodetabek menurut HCC adalah merasa, ketidak cocokan dengan orang sekitar, merasa malu atau minder, tidak bisa akur dengan orang lain, dan memiliki hobbi yang tidak sama dengan orang sekitar. Akibatnya merasa terkucilkan. Postingan di salah satu WA Grup menunjukkan bahwa, orang mersa tersingkir atas empat hal. 

Tersingkirkan

Pertama, merasa tersingkirkan pada saat memasuki usia pensiun. Betapapun hebatnya dan tinggi jabatan kita merasa, tersingkirkan oleh lingkungan kerja untuk menjadi manusia biasa. Kedua, tersingkirkan oleh lingkungan dan masyarakat karena tiadanya peran kita masing-masing. Ketiga, tersingkirkan oleh sanak famili, kerabat dekat sekalipun bila kita tidak berinteraksi dengan mereka. Keempat, akhirnya bumi tempat kita mencari penghidupan yang akan menyingkirkan kita. 

Obat kesepian

Maka kepada yang merasa kesepian harus mengetahui kenapa dia merasa kesepian. Terapinya kalau diibaratkan krsepian itu penyakit adalah jangan mengisolir diri, jangan merasa minder, membuka diri, teruskan hobbi anda, dan rajin cek up kesehatan. Berorganisasi semisal ikut berpartisipasi dalam RT/RW dan di kelurahan sejauh kita, mampu, melakukan video call, memanfaatkan hubungan dengan tehnologi WA, Instagram, FB tapi jangan baperan adalah contoh untuk mengusir kesepian. 

Walaupun para lansia hidupnya itu tergantung lebih banyak dari anak. sanak saudara dan orang lain kita tetap sehat, aktif dan produktif tidak semata jadi beban masyarakat. Semoga kita menjadi warga senior yang tidak tersingkir dari kehidupan sosial perkotaan yang kompleks dan kompetitif

Depok, Mei 2024

M. Chairul Arifin

----------------------------------------------

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal