Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Belajar Bangkitkan Bisnis Ayam Kampung dari Agus si Peternak dari Malang

Bagikan
Bisnis ternak ayam kampung yang berawal dari hobi kini menjadi sumber penghasilan utama dan inspirasi bagi banyak orang. (YouTube)
Bisnis ternak ayam kampung yang berawal dari hobi kini menjadi sumber penghasilan utama dan inspirasi bagi banyak orang. (YouTube)

PanganNews.id, Malang- Pemilik nama lengkap Agus Prayudi, warga Kota Malang, Jawa Timur, telah membuktikan bahwa hobi bisa berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan.

Berawal dari kecintaannya pada ayam kampung, Agus kini menjadi salah satu pengusaha ternak ayam kampung sukses di kota ini.

Dalam wawancara di YouTube PecahTelur, Agus mengungkapkan alasan awal ketertarikannya pada ayam kampung.

"Saya tertarik ayam kampung karena punya beberapa kelebihan. Rasa daging enak, ketahanan terhadap penyakit karena ayam ini lokal, asli Indonesia yang tidak butuh lagi adaptasi," terangnya, Minggu 19 Mei 2024.

Keunggulan ayam kampung tidak berhenti di situ. Ayam ini juga tidak memerlukan obat dan antibiotik untuk menjaga kesehatannya. 

Namun, di balik keunggulan tersebut, ada tantangan yang harus dihadapi. Ayam kampung cenderung menghasilkan sedikit telur dan memiliki pertumbuhan yang lambat. Tantangan ini justru memotivasi Agus untuk terus berinovasi dalam beternak ayam kampung.

Pria lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) ini memang dikenal sebagai seorang pembelajar. Ia rela menghabiskan banyak uang dari bisnis bengkel elektriknya untuk melakukan riset seputar ayam kampung.

"Habis banyak (uang), tapi tidak masalah," ujarnya tanpa ragu.

Dedikasi Agus terhadap ilmu pengetahuan patut diacungi jempol. Meski bukan mahasiswa, ia sering menghabiskan waktu di perpustakaan kampus untuk mencari referensi seputar ternak ayam kampung. Berbagai percobaan pun dilakukan Agus, meski tak jarang hasilnya mengecewakan.

Ketika anakan ayam kampung belum memiliki kualifikasi sempurna yang diinginkan, Agus membagikan anakan tersebut kepada para peternak di wilayahnya. Namun, perjuangan Agus tidak selalu mulus. Pada tahun 2015, saat bisnisnya mulai berkembang, musibah menimpa keluarga Agus. Anaknya meninggal dunia, membuat Agus terpuruk dan sempat menghentikan bisnisnya. 

"Akhirnya sekitar 2-3 tahun enggak saya urusin. Istilahnya putus asa," ungkapnya dengan bibir bergetar menahan tangis.

Setelah masa berkabung, pandemi Covid-19 melanda, semakin memperburuk kondisi bisnis ternak ayam kampung yang ia rintis.

Namun, dua tahun belakangan, Agus berhasil bangkit kembali.

Ia menerapkan formula ternak ayam kampung yang mampu menghilangkan bau tak sedap, sehingga kandangnya yang berada di tengah kompleks perumahan tidak pernah diprotes warga.

Kini, Agus memiliki sekitar 500 indukan ayam dan 1.000 anak ayam. Ia telah bekerja sama sebagai penyuplai daging ayam kepada 15 rumah makan di Malang dan sekitarnya.

Selain itu, ia juga menjalin kerja sama dengan salah satu swalayan terbesar di Malang untuk penjualan daging dan telur.

Agus berharap bisa mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi, agar lebih banyak orang dapat terlibat dan merasakan manfaat dari usahanya.

"Saya ingin mengembangkan bisnis ini lebih besar lagi," tutup Agus dengan semangat yang tak pernah padam.


Penulis : Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal