Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Lewat Festival Ayam dan Telur, Kota Bogor Berupaya Tangani Stunting

Bagikan
Upaya kolaboratif menunjukkan dengan kerjasama untuk mengurangi stunting di Kota Bogor. (Pemkot Bogor)
Upaya kolaboratif menunjukkan dengan kerjasama untuk mengurangi stunting di Kota Bogor. (Pemkot Bogor)

PanganNews.id, Bogor - Rangkaian acara Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024 yang berlangsung di Masjid Al Kahfi, Kiara Residence, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Sabtu 18 Mei 2024 lalu menyertakan kegiatan penting berupa pembagian ayam dan telur kepada masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu menangani masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

Pejabat (PJ) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menegaskan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan anak yang mendesak untuk ditangani.

“Stunting adalah salah satu permasalahan kesehatan anak yang banyak terjadi di dunia, tak terkecuali di Indonesia dan khususnya di Kota Bogor,” ujarnya, Selasa 21 Mei 2024.

Hery menjelaskan, pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhambat ini disebabkan oleh berbagai faktor.

"Faktor-faktor seperti pola asuh yang kurang tepat, kekurangan asupan makanan bergizi, dan kurangnya pemberian ASI eksklusif menjadi penyebab utama stunting. Masalah ini perlu segera ditangani karena dapat menghambat perkembangan fisik, mental, dan kognitif anak," jelasnya.

Upaya penanganan stunting di Kota Bogor telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada Agustus 2023, angka kasus stunting di kota ini mengalami penurunan signifikan dari 2.300 kasus menjadi 1.400 kasus. 

"Turunnya angka tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kontribusi semua elemen di Kota Bogor. Saya optimis angka tersebut akan terus turun secara signifikan seiring dengan menurunnya prevalensi stunting di Kota Bogor yang ditargetkan mencapai 14 persen di tahun ini," tambah Hery.

Hery juga menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam penurunan angka stunting, baik pada skala nasional maupun daerah. Ia menyampaikan apresiasinya kepada Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) yang berpartisipasi aktif melalui kegiatan Festival Ayam dan Telur (FAT).

“FMPI secara rutin akan memberikan telur kepada 52 anak-anak balita yang terkena stunting di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, dengan jumlah dua butir telur setiap harinya selama tiga bulan," tuturnya.

Pemberian telur ini akan dilaksanakan oleh kader-kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Curug setiap minggu. Mereka juga akan memantau perkembangan anak-anak tersebut dan melaporkan hasil pendampingannya setiap awal bulan.

Selain telur, setiap Rabu anak-anak stunting juga akan diberikan tempe berkat kerja sama dengan perusahaan Rumah Tempe AZAKI (RTA).

"Saya berharap program pemberian protein berupa telur dan tempe yang sudah berjalan secara kontinu ini dapat ditularkan di wilayah-wilayah lain di Kota Bogor, dengan harapan mempercepat pengurangan kasus stunting di Kota Bogor," kata Hery.

Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal