Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Krisis Pangan, Warga Palestina Terpaksa Konsumsi Makanan Hewan dan Air Limbah

Bagikan
Warga Gaza alami kelaparan ekstrem (Routers)
Warga Gaza alami kelaparan ekstrem (Routers)

PanganNews.id, Palestina -  World Health Organisation (WHO) melaporkan bahwa beberapa warga Palestina di Gaza kini terpaksa mengonsumsi makanan hewan serta air limbah untuk bertahan hidup.

Direktur WHO untuk regional Mediterania Timur, Hanan Balkhy, mengtakan bahwa serangan Israel di Gaza berdampak besar pada layanan kesehatan di wilayah yang lebih luas.

"Di Gaza, ada orang yang kini makan makanan hewan, makan rumput, dan minum air limbah. Anak-anak hampir tidak bisa makan, sementara truk-truk berdiri di luar Rafah," kata Balkhy dalam wawancara dengan AFP hari Selasa (4/6).

Pasalnya, WHO dan PBB telah lama memperingatkan bahwa kelaparan akan terjadi di Gaza. Saat ini, sekitar 1,1 juta orang atau setengah populasi di wilayah itu menghadapi tingkat kerawanan pangan yang sangat parah.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, OCHA, pada hari Selasa mengatakan bahwa kendala akses terus melemahkan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan. Kondisinya semakin memburuk pada bulan Mei lalu.

"Gaza membutuhkan perdamaian, perdamaian, perdamaian. Ditambah peningkatan akses bantuan melalui darat. Saya mendesak Israel untuk membuka perbatasan," kata Balkhy.

Sejauh ini aliran bantuan sebagian besar masuk melalui persimpangan Kerem Shalom dengan Israel. Namun, WHO merasa jalur tersebut tidak cukup.

Bagi WHO, segala upaya penyaluran bantuan melalui laut dan udara menjadi tidak masuk akal, karena jalur darat yang jauh lebih murah dan efektif sebenarnya sudah ada.

Balkhy juga mengecam langkah Israel yang menyebabkan pemblokiran peralatan medis seperti ventilator, bahan kimia pemurni, hingga air bersih.

Israel beralasan, barang-barang medis tersebut dapat digunakan untuk tujuan militer.

"Perang memberikan dampak buruk terhadap upaya-upaya kesehatan dasar masyarakat, seperti air bersih, makanan sehat dan imunisasi rutin, sehingga anak-anak rentan terhadap campak, cacar air, diare dan penyakit pernapasan," kata Balkhy yang seorang dokter anak.

Penulis: Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien 

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal