PanganNews.id, Banjar - Hujan yang terjadi saat cuaca ekstrem baru-baru ini rupanya berdampak bencana banjir di beberapa daerah di Indonesia.
Tak hanya pemukiman, banjir juga berdampak dan mengganggu areal persawahan. Salah sautnya di Desa Mekar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Salah satu petani di Martapura Timur, Rahman Hadi, bahkan mengaku trauma untuk menanam padi. Musababnya, cuaca ekstrem dan hujan deras bisa mengancam pertaniannya.
Apalagi, tak kurang dari enam petak sawah yang sudah ditanami padi sejak tiga bulan lalu, kini terancam gagal panen.
"Sedada airnya. Sudah pasti gagal tani saya mas. Kalau pun surut pasti busuk sudah," kata dia, mengutip banjarmasin post.
Tak aneh, ia pun kini menjadi trauma untuk menanam padi lagi. Sebab cuaca hujan deras bisa mengancam pertaniannya.
Bukan hanya dia, pertanian di kawasan Martapura Timur rata-rata rentan dengan air yang meluap dari anak sungai.
Tak kurang dari 10 desa terdampak setiap kali banjir, sehingga pertanian di kawasannya tidak maksimal.
"Sepuluh desa di Kecamatan Martapura Timur mulai Desa Mekar, Pamatang Baru, Melayu Ulu, Melayu Tengah, Melayu Ilir, Antasan Senor Ilir, Antasan Senor, Tambak Anyar Ilir, Tambak Anyar, Tambak Anyar Ulu," tandas Pembakal Desa Mekar, Kastalani.
Dijelaskan dia, salah satu alasannya yakni pasang air sungai. Lebih tepatnya, di Sungai Haji Ali, yang membentang sepanjang 14 kilometer dari Desa Tambak Anyar Mekar ke Astambul.
Sebab, dijelaskan Kastalani, sungai itu dangkal, sehingga kalau hujan air tidak normal ke hulu dan meluap ke pertanian warga.
"Setiap musim tahunan, pasangnya air sungai dan membanjiri desa-desa ini sampai ke atas jalan membuat lahan pertanian di sini gagal melulu," keluh Kastalani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita mengatakan, gagal panen terjadi akibat perubahan iklim cuaca yang ekstrem. “Sudah ada kerja sama dengan BMKG dengan petani agar bercocok tanam sesuai iklim,” jelas Warsita.
Selain itu, Warsita mengakui bahwa sistem pengairan juga kurang optimal.
"Dari dinas terkait juga harus ikut memperhatikan ini,” imbuhnya.
Mengutip data Dinas Pertanian, lahan pertanian yang terendam di Kabupaten Banjar per Juni 2024, sekitar 1.088,5 dari 49.000 hektare keseluruhan yang ada di Kabupaten Banjar.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.