Jumat, 30 Agustus 2024 14:03 WIB
PanganNews.id, Wonogiri - Jumlah petani milenial yang ada di Wonogiri rupanya masih sangat minim.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Wonogiri mencatat, jumlah petani milenial baru mencapai 702 orang.
Jumlah tersebut dianggap masih sangat sedikit dibandingkan jumlah keseluruhan petani Wonogiri yang mencapai sekitar 172.000 orang.
Berdasarkan data Badan Pusat Satitistik (BPS) Wonogiri pada 2020, persentase penduduk Wonogiri yang bekerja pada sektor pertanian sebesar 43,49 persen.
Sektor pertanian menjadi paling banyak digeluti masyarakat Wonogiri, disusul sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa yakni sebesar 23,37 persen).
Data investasi Kabupaten Wonogiri pada triwulan I 2022 menunjukan sektor pertanian menempati urutan pertama dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yaitu sebanyak 2.198 investor. Kemudian disusul sektor perdagangan eceran makanan sebanyak 1286 investor.
Urutan ketiga, sektor peternakan sapi potong sebanyak 900 investor.
Sektor perdagangan eceran hewan ternak menempati urutan keempat dengan jumlah investor sebanyak 856. Urutan kelima ditempati sektor usaha rumah atau warung makan, yakni sebanyak 843 investor.
Kepala DPP Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, mengatakan jumlah 702 petani muda bukan jumlah mutlak karena sangat mungkin ada petani milenial yang belum terdaftar. Jumlah itu pun masih dapat bertambah seiring berjalannya waktu.
“Kami menargetkan ada 1.000 petani milenial di tahun 2023. Kami masih terus mengampanyekan kepada anak-anak milenial agar mau terjun ke dunia pertanian. Mereka kami perlihatkan petani-petani muda yang sukses. Tujuannya agar terpacu mengikuti jejak petani muda yang sukses itu,” kata Baroto, belum lama ini.
DPP Wonogiri juga masih terus memberikan penyuluhan di kecamatan-kecamatan melalui balai penyuluh pertanian (BPP). Mereka bertugas mendampingi dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada petani.
Termasuk menyosialisasikan pertanian kepada anak-anak muda milenial.
DPP Wonogiri akan membentuk asosiasi petani di tiap-tiap kecamatan. Hal itu agar petani memiliki wadah untuk berkumpul, berbagi, dan saling belajar.
Mereka juga bisa bekerja sama menjaga kualitas dan harga produk pertanian. Harapannya dengan ada asosiasi banyak anak-anak muda yang akan bergabung menjadi petani.
Sebab mereka bisa belajar melalui asosiasi petani tersebut.
“Kami sudah punya rencana dan daftar petani. Tahun ini kami tergetkan sudah selesai terbentuk [asosiasi petani]. Kami juga akan membuat pasar pertanian. Tujuannya untuk menjual hasil-hasil pertanian lokal dan memamerkan kepada masyarakat khususnya anak muda agar mereka tertarik bertani,” ujar dia.
Upaya memamerkan kesuksesan petani milenial yang telah sukses dinilai efektif menumbuhkan petani muda. Sebab karakter anak muda sekarang harus diberikan bukti terlebih dahulu baru kemudian bersedia mengikuti.
Selasa, 17 Maret 2026 14:38 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 13:54 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 13:44 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 09:51 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...