Pemerintah Fokus Kembangkan Budidaya Rumput Laut di Rote Ndao dengan Program Modeling Baru

Pers Pangannews

Senin, 02 September 2024 14:48 WIB

news
Pemerintah Fokus Kembangkan Budidaya Rumput Laut di Rote Ndao (Foto ilustrasi : ombudsman)

Pangannews.id, NTT - Untuk meningkatkan produksi rumput laut nasional dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program terbaru yang melibatkan pembangunan modeling budidaya rumput laut seluas 50 hektare di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa Rote Ndao dipilih sebagai lokasi untuk proyek ini karena kontribusinya yang signifikan terhadap total produksi rumput laut di Provinsi NTT.

"Rumput laut dari Rote Ndao dikenal sebagai salah satu yang terbaik di pasar dunia, yang menjadi alasan utama pemilihan wilayah ini untuk pengembangan modeling budidaya," ungkapnya, dikutip dari laman KKP.

Data dari Satu Data KKP menunjukkan bahwa Rote Ndao memiliki potensi lahan budidaya rumput laut seluas 32 ribu hektare. Namun, saat ini baru sekitar 6,9% dari lahan tersebut yang digunakan untuk budidaya rumput laut. Rote Ndao juga dikenal sebagai daerah yang bergantung pada rumput laut sebagai mata pencaharian utama bagi sekitar 4.615 pembudidaya lokal.

"Proyek ini akan memanfaatkan sistem pengelolaan berbasis kawasan dan menerapkan konsep ekonomi biru, guna meningkatkan produksi dan produktivitas rumput laut serta mendukung keberlanjutan usaha budidaya," jelas Tb Haeru Rahayu.

Seperti proyek serupa yang diluncurkan di Wakatobi pada tahun 2023, modeling budidaya rumput laut di Rote Ndao juga akan mencakup unit produksi bibit rumput laut (UPBRL) kultur jaringan, kebun starter, kebun bibit, serta budidaya rumput laut.

Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bibit berkualitas bagi para pembudidaya dan meningkatkan kapasitas SDM lokal dalam mengelola produksi bibit rumput laut kultur jaringan.

Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Maks Sombu, menyambut baik inisiatif ini. Pihaknya menyatakan siap mendukung dan melaksanakan program ini, serta telah menyiapkan SDM untuk memproduksi bibit rumput laut kultur jaringan.

Maks juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dalam program ini. "Kami mendukung penggunaan pelampung ramah lingkungan dan aspek mutu serta kualitas yang diusung oleh KKP. Ini akan membantu menjaga reputasi rumput laut Rote Ndao sebagai salah satu yang terbaik di dunia,” tuturnya.

Selain itu, Pemda Rote Ndao menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung peningkatan produksi rumput laut dan sering mengadakan sosialisasi untuk pembudidaya mengenai praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyatakan bahwa peningkatan produktivitas rumput laut melalui program modeling ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai penghasil rumput laut terbesar di dunia dan meningkatkan nilai ekspor komoditas tersebut.


Kolom Komentar

You must login to comment...